Proyek Galian Pipa PDAM di KBC Dihentikan

DIHENTIKAN : Pekerjaan galian pipa PDAM dihentikan dan diminta melakukan perbaikan seperti semula. (ali/radarlombok)

MATARAM—Kekecewaan wali kota dengan pekerjaan galian pipa PDAM Giri Menang di Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) ditindaklanjuti dengan serius.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memutuskan agar PDAM menghentikan pekerjaan galian pipa di KBC yang telah merusak kawasan sekitar. Penghentian ini langsung diputuskan setelah dilakukan evaluasi dengan mengundang PDAM dan pihak terkait.

‘’Sudah diputuskan untuk pekerjaan galian pipa PDAM di KBC dihentikan dulu. Sekarang PDAM diminta untuk langsung memperbaiki hasil galiannya dan dikembalikan seperti semula,’’ ujar Sekda Kota Mataram, Dr H Effendi Eko Saswito usai bertemu langsung dengan Direktur PDAM dan pihak terkait lainnya, Jumat kemarin (24/9).

Pemerintah kini menunggu hasil perbaikan PDAM. Pekerjaan galian pipa bisa dilanjutkan jika PDAM mampu memperbaiki KBC seperti semula. ‘’Nanti dilanjutkan setelah dilakukan perbaikan. Kita juga akan evaluasi perbaikannya seperti semula apa tidak,’’ katanya.

Sekda mengatakan, pihaknya sudah meminta klarifikasi ke Direktur PDAM untuk nantinya dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Sekaligus untuk mencari jalan keluar tentang kegiatan PDAM.

Namun sangat disayangkan tidak adanya koordinasi sebelumnya dari PDAM ke Pemkot Mataram. Karena untuk pengerjaan galian pipa tersebut. PDAM malah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi. ‘’Jadi kekecewaan Pak Wali yang disampaikan itu sangat mendasar. Wajarlah wali kota kecewa dengan kondisi KBC sekarang,’’ ungkapnya.

BACA JUGA :  Pipa Rusak, Debit Air Berkurang

Lalu ada kesepahaman yang coba dilaksanakan kedepannya. Yakni penggalian nantinya tidak lagi melalui trotoar. Melainkan lebih ke tengah menggunakan bahu jalan. Cara ini digunakan untuk mengurangi resiko kerusakan yang ditimbulkan.

“Karena kalau dia lakukan penggalian di trotoar artinya beberapa kali kerja jadinya. Makanya sekarang kita minta disetop pekerjaannya. Kemudian dilakukan re-desain dan segera mungkin rekondisi. Artinya perubahan dan dikembalikan seperti semula,’’ terangnya.

Pemkot tidak asal-asalan meminta PDAM memperbaiki KBC. Apalagi PDAM punya kebiasaan melakukan perbaikan sekedarnya saja. Karena itu, pemerintah menyiapkan surat pernyataan kesanggupan PDAM untuk mengembalikan kondisi KBC seperti semula.

“Itu yang kami siapkan. Makanya kita kembali ke PUPR Provinsi NTB untuk berkoordinasi dan ada jalan keluar yang kita harapkan. Pastinya ini dihentikan dulu pekerjaannya dan segera diperbaiki,’’ tegasnya.

Untuk ke depan, Sekda mengatakan, untuk melakukan pekerjaan galian pipa di Kota Mataram. PDAM Giri Menang diminta untuk berkoordinasi dengan Pemkot Mataram. PDAM diminta jangan seenaknya melakukan pekerjaan tanpa koordinasi.

BACA JUGA :  Kasus PDAM dan Padepokan Silat Dihentikan

“Kalau menurut PDAM mereka kemarin izinnya ke Provinsi dan dikeluarkan izin. Tapi provinsi juga tidak pernah berkoordinasi dengan kita. Ini kita bukan mencari siapa yang salah, tapi mencari jalan keluarnya,’’ jelasnya.

Sementara Direktur PDAM Giri Menang, HL Ahmad Zaini membenarkan pekerjaan galian pipa di KBC dihentikan sementara waktu. Pekerjaannya baru dilanjutkan setelah dilakukan perbaikan. “Kita hentikan dulu. Kelanjutannya nanti tidak lagi di trotoar tapi di bahu jalan,’’ katanya.

Dia pun siap untuk mengembalikan KBC seperti semula sesuai permintaan wali kota. ‘’Karena itu juga sudah dikontrak dan kita perbaiki seperti semula. Apapun yang ada di atas trotoar semuanya akan dikembalikan,’’ ungkapnya.

Zaini mengatakan, pekerjaan galian dilakukan untuk pergantian pipa dalam kota. Pergantian ini untuk mencegah pembongkaran pipa di tengah jalan. ‘’Ini supaya kota lebih indah lagi. Karena ini kan pipanya sudah dari tahun 1973. Pekerjaan ini sampai Jebak Belek Dasan Agung,’’ terangnya. (gal)