Program Unggulan Dihidupkan Lagi

MATARAM – Kepala Bappeda NTB  Ridwan Syah mengatakan tahun 2016 ini dirinya akan fokus menurunkan angka kemiskinan.

Terlebih lagi target setiap tahun, Pemprov harus mampu menurunkan angka kemiskinan sebanyak 2 persen. “Program Pijar kurang terdengar selama ini, itu akan kita hidupkan lagi seperti dulu,” terangnya Rabu kemarin (15/6).

Program Pijar (Sapi, Jagung dan Rumput Laut) memang sempat menggema beberapa tahun lalu. Namun semangat itu kian hari semakin memudar. Akibatnya, berbagai program yang dilaksanakan mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat dan tidak maksimal memberikan kontribusi terhadap pengentasan angka kemiskinan.

Semangat baru program Pijar atau repitalsiasi program unggulan harus pula diikuti pengelolaan yang baik. “Kalau itu sudah kita lakukan, saya yakin kita bisa capai target menurunkan angka kemiskinan sebesar 2 persen,” katanya.

Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), target penurunan angka kemiskinan sebesar 2 persen. Namun target tersebut tidak pernah terealisasi. Saat ini lanjut Ridwansyah, program Pijar mendapat banyak keluhan dari masyarakat. Banyak pihak juga menilai seoah-olah program tersebut kurang berguna lagi dalam mensejahterakan masyarakat NTB. “Program unggulan malah dianggap tidak bermanfaat, ini tentu harus segera kita sikapi dengan serius. Saya juga sedang berkoordinasi dengan semua pihak termasuk dengan Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Kerja sama dari Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) sangatlah penting. Gaung Pijar yang selama ini hilang harus dihidupkan kembali, inovasi dari Kepala SKPD tentunya akan sangat banyak membantu. “Ayo kita bangkitkan semangat Pijar seperti dulu lagi,” ajaknya.

Selain program Pijar, mantan Kepala Badan Koordiansi Penanaman Modal (BKPM) tersebut juga akan memberikan perhatian terhadap berbagai agenda strategis lainnya seperti  Global Hub, Samota, Kawasan Ekonomi Khsusus (KEK) Mandalika Resort Lombok Tengah. “Selain Kepala Bappeda, saya kan juga sekarang punya tanggungjawab di Tim Koordiansi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). Jadi harus kerja maksimal kedepannya membangun daerah dan menurunkan angka kemiskinan,” tutupnya. (zwr)

BACA JUGA :  Pengembang Masih Bingung Program Pengampunan Pajak