Program Bayi Tabung RSUD Kota Mataram Sudah Mulai Berjalan

Program Bayi Tabung Sudah Mulai Berjalan
BAYI TABUNG: Program bayi tabung telah berjalan setelah terbangun laboratorium Inseminasi. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM — Program bayi tabung yang digadang-gadang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram telah mulai berjalan. Program ini dimulai setelah fasilitas sudah terbangun, yakni laboratorium inseminasi serta tenaga medis yang profesional.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra mengatakan, pelayanan program bayi tabung di rumah sakit tersebut telah berporses.  ‘’Sudah ada laboratorium inseminasi untuk bayi tabung dan sudah mulai berjalan. Saat ini sudah banyak warga konsultasi,’’ katanya, kepada Radar Lombok, Selasa kemarin, (15/1).

Program ini menjadi program prioritas RSUD Kota Mataram tahun 2019 ini. Salah syarat bagi warga yang hendak berminat melakukan program bayi tabung harus melakukan  laparoskopi dan histeroskopi. Bila sudah melakukan itu, barulah diadakan analisa sperma yang selanjutnya dilakukan inseminasi atau proses memasukkan sperma secara langsung ke dalam rahim.

Meski peralatan sudah memadai, jelasnya, masih ada kendala yang dihadapi RSUD Kota Mataram untuk membangun lab bayi tabung. Yaitu registrasi peralatan.

Lulusan Master of Human Reproduction Kroasia dan Slovenia ini mengatakan, peralatan yang ada masih perlu diregistrasi. “Kita tidak bisa seperti rumah sakit swasta. Untuk itu berbagai ketentuan dalam pelayanan harus tertuang dan berdasarkan regulasi dari pemerintah,’’ jelasnya.

Melalui program inseminasi ini sudah banyak pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan berhasil punya anak. “Jadi sebelum bayi tabung, kita akan menyarankan agar pasangan suami istri bisa mengikuti program inseminasi. Kalau sudah mentok barulah kita arahkan ke layanan bayi tabung,” ujarnya.

BACA JUGA: Monumen Mataram Dianggarkan Rp 11 Miliar

Menurutnya, porgram layanan bayi tabung di RSUD Kota Mataram akan menyasar masyarakat menengah ke bawah yang betul-betul tidak bisa memiliki keturunan. Dengan demikian, tarif yang akan ditetapkan untuk pelaksanaan program ini akan dipertimbangkan serendah mungkin melalui peraturan daerah.

“Kalau tarif layanan bayi tabung ini masih kisaran Rp10 juta sampai Rp15 juta. Jumlah itu jauh lebih murah dibandingkan dengan rumah sakit swasta yang tarifnya hingga ratusan juta rupiah,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD Kota Mataram, dr Emiral Ispihan menambahkan, untuk segala persiapan pelayanan telah dilakukan. Seperti ketersediaan tenaga medis serta ruang yang betul-betul higienis. ‘’Kita terus matangkan program bayi tabung,’’ katanya. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut