Pos Pemadam Kebakaran Batulayar Segera Diresmikan

Fauzan Husniadi
Fauzan Husniadi (Dok/ RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG-Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat akan mendirikan Pos Pemadam Kebakaran Batulayar untuk menunjang gerak cepat penanganan kebakaran di wilayah utara. Seperti diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Lobar Fauzan Husniadi, Pos Pemadam Kebakaran Batulayar tersebut akan diresmikan Agustus mendatang. Adapun lokasinya memanfaatkan bangunan lama Kantor Camat Batulayar. “Di sana kita akan menempatkan empat orang anggota dengan satu buah mobil pemadamnya,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Pendapatan dan Pegelolaan Keuangan Daerah Lobar ini, Kamis (27/7).

Dikatakannya, Pos Pemadam Kebakaran Batulayar itu masuk skala prioritas. Terutama di wilayah Senggigi yang notabenenya merupakan penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Lobar. “60 persen PAD Lombok Barat ada di Senggigi, sehingga perlu penanganan ekstra di semua sisi. Termasuk kerawanan bencana kebakaran,” jelasnya.

Selain di Batulayar, Fauzan mengaku sudah membuat pemetaan manajemen kebakaran untuk wilayah Lobar lainnya. Rencananya, dari hasil pemetaan tersebut akan didirikan pos layanan serupa untuk memenuhi respon time pelayanan penanggulangan kebakaran. Untuk bagian utara akan didirikan di Kecamatan Batulayar, sedangkan wilayah tengah rencananya didirikan di Kecamatan Lingsar atau Narmada. Pos layanan juga akan dibangun di Kecamatan Sekotong untuk wilayah bagian selatan. “Teman-teman terutama di kecamatan sudah banyak yang minta. Cuma kan kita terkendala masalah armada,” ujarnya.

Mengatasi keterbatasan tersebut, saat ini pihaknya giat melakukan pelatihan bagi para relawan desa sebagai langkah untuk meminimalisir terjadinya kebakaran. Sebut saja kebakaran di Sandik belum lama ini yang diakibatkan karena kompor yang dibiarkan menyala saat rumah dalam keadaan kosong. Pihaknya pun meminta masyarakat untuk lebih ekstra waspada saat akan meninggalkan rumah. “Mohon untuk hal yang dapat memicu kebakaran itu dapat menjadi perhatian lebih. Instalasi listrik harus sesuai standarisasi. Penggunaan kompor dan lain-lain jangan ditinggal begitu saja, pastikan mati sebelum ditinggalkan,” serunya.

Selain itu, pihaknya juga tetap melakukan pengawasan intensif tiga bulan sekali untuk mengecek perlengkapan keamanan yang ada di hotel, restauran dan fasilitas rekomendasi lainnya yang ada di wilayah Lobar. Seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR). “Insha Allah akan kita Perbupkan agar semua fasilitas rekomendasi apapun harus melalui kami,” tandasnya. (zul)