Polres Lobar Didesak Tangkap Oknum Pimpinan Ponpes Terduga Pencabulan Santriwati

Joko Jumadi (DOKUMEN RADAR LOMBOK)

MATARAM – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram mendesak Polres Lobar menangkap MA, oknum pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) NQW di Desa Persiapan Pesisir Mas, Kecamatan Sekotong yang diduga telah mencabuli sejumlah santriwatinya.
“Kami desak Polres Lobar segera menangkap pelaku,” kata Ketua LPA Kota Mataram Joko Jumadi, sekaligus pendamping para korban, Kamis (30/5).
Dengan belum ditangkapnya MA, Joko merasa kecewa ke Polres Lobar.

Terlebih lagi MA saat ini sudah kabur dan tidak diketahui di mana keberadaanya, semenjak dilaporkan ke Kepolisian. “Saya juga agak kecewa karena lama menemukan dan menangkap yang bersangkutan. Sudah masuk tiga minggu ini,” sesalnya.
Seharusnya Kepolisian berupaya paksa dalam penangkapan MA. Hal itu karena MA tidak beriktikad baik. “Tidak menghadiri panggilan Polisi, tidak ada iktikad baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Aparat Diminta Proses Hukum Orang Tua Terduga Pelaku Pemukulan di Plaza

Dikatakan, santriwati yang menjadi korban pencabulan pimpinan Ponpes NQW itu sebanyak 4 orang. Para korban sekarang berada di bawah perlindungan dari sentra Paramita. “Jumlah korban ada 4 orang. Itu sudah diperiksa semua dan ada saksi satu orang juga,” katanya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Lobar Iptu Abisatya Darma Wiryatmaja mengatakan, terlapor (MA) dalam kasus tersebut masih dalam proses pencarian. Ia menduga MA masih berada di seputaran Pulau Lombok. “Pencarian masih terus kami lakukan. Sejauh ini kami menduga terlapor ini masih di Lombok,” ujar Abisatya.

Baca Juga :  Disdik Mataram Pecat Oknum Guru Cabul

Ada empat orang santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan tersebut. Kepolisian juga sudah mengantongi hasil visum korban dari rumah sakit. “Korbannya empat orang. Satu disetubuhi dan tiga korban dicabuli. Saat ini kami masih melakukan pencarian (terlapor MA),” tandasnya. (sid)

Komentar Anda