Pol PP Temukan Beberapa Sekolah di Lobar Tetap Gelar PTM

H. Nasrun (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG- Pol PP melakukan pengawalan Surat Edaran (SE) Bupati Lombok Barat terkait pemberlakuan Belajar Dari Rumah ( BDR) sejak tanggal 26 Juli 2021 menyusul meningkatnya kasus Covid-19. Dalam pengawasannya, aparat Pol PP menemukan masih ada sekolah yang nekat melaksanakan kegiatan belajar di sekolah. Sekolah yang ditemukan itu terdapat di Kecamatan Narmada.                                                                                                                                                                   Kepala Sat Pol PP Lombok Barat, Baiq Yeni S. Ekawati, menjelaskan, Pol PP melakukan pengawasan terhadap pemberlakuan SE belajar dari rumah yang sudah ditetapkan daerah.”Sekolah tentunya kami awasi, karena sudah ada perintah tidak boleh belajar di sekolah, “ ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin (27/7).

BACA JUGA :  Dokter Spesialis Sepi Peminat, Pemkab Kebingungan

Pada saat di lapangan, ditemukan ada sekolah yang masih buka. Temuan itu diperkuat dengan laporan anak buahnya.” Saya dapat laporan dari anggota, sekolahnya kita laporkan ke Dikbud,” tegas Yeni.

Pihaknya menyampaikan laporan ke Dikbud untuk ditindaklanjuti. Pihaknya tidak ingin lagi ada sekolah buka,  karena bupati sudah tegas dalam SE itu yakni kegiatan belajar mengajar ditutup sementara karena kondisi Lombok Barat yang sudah masuk zona merah dan menjalankan PPKM level 3.” Kita tidak mau ada anak-anak kita yang terpapar Covid-19,” tegasnya.

BACA JUGA :  Ribuan Calon TKI Tunggu Waktu Berangkat

Dari data yang dimiliki Dikbud, sampai saat ini memang ada 11 sekolah yang mendapat izin melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka). Izin untuk 11 sekolah itu belum dicabut. Kepala Dikbud Lobar, H. Nasrun, mengakui itu. “Semua sekolah yang izin belakangan itu dicabut (PTM),” ungkapnya saat dikonfirmasi terpisah.

Saat disinggung kebijakan pemerintah pusat, Nasrun mengatakan jika pihaknya tetap akan mengevaluasi 11 sekolah itu.“Kita sedang evaluasi untuk sekolah yang 11 itu, kalau memang ada kemungkinan kita tutup ya kita tutup,” ungkapnya.(ami)