Pol PP Diminta Aktif Tindak Balap Liar

BARANG BUKTI: Puluhan sepeda motor pelaku balap liar yang berhasil diamankan oleh Polres Lombok Barat. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid memberikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaram Polres Lombok Barat, khususnya Sat Lantas Polres Lombok Barat yang telah berusaha maksimal melakukan penertiban aksi balap liar di daerah ini.

Selain memberikan apresiasi kepada Polres Lombok Barat, bupati juga meminta kepada aparat Pol PP untuk lebih aktif juga melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang ada di Lombok Barat yang kerap melakukan kegiatan balap liar. Sebagaimana diketahui, kawasan kantor Bupati Lombok Barat memang kerap dijadikan sebagai lokasi balap liar saat sore dan malam hari.” Saya memberikan apresiasi atas keseriusan dalam melakukan penindakan terhadap balap liar dan perbuatan-perbuatan lain, yang membahayakan keselamatan,” kata bupati saat berada di Mapolres Lombok Barat.

Untuk memberikan efek jera, diharapkan ketika penyitaan sudah dilakukan, maka proses pengambilan kendaraan agar dipersulit. “Misalnya orang tuanya harus ikut, harus ada penandatanganan komitmen untuk menjaga anak-anaknya, agar tidak mengulangi lagi,” sarannya.

Baca Juga :  Politik Uang Warnai Pilkades Serentak di Lobar

Bukan hanya itu saja, kepada yang bersangkutan diminta berkomitmen, akan dikenakan sanksi lebih berat lagi bila mengulangi perbuatan serupa.“ Ini penting untuk memberi efek jera, untuk perbuatan-perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Bupati juga menginginkan ada keterlibatan Dinas Pemuda dan Olah Raga, karena sebagian besar yang melakukan ini adalah remaja. “Diminta juga keaktifan Pol PP Lombok Barat untuk melakukan ini, intinya kepada anak-anak Lombok Barat,” imbuhnya.
Bupati berkeyakinan bahwa yang melakukan kegiatan ini juga melibatkan orang luar Lombok Barat. “Kalau di luar Lombok Barat, agar berkoordinasi dengan daerah asalnya, dilakukan koordinasi sehingga daerah lainnya juga melakukan pembinaan,” harapnya.

Sehingga dibutuhkan juga peran masyarakat untuk berperan aktif, minimal menginformasikan jika ditemukan hal-hal seperti ini.“ Sehingga, sikap yang tegas, sanksi-sanksi yang tegas, itu akan mengurangi hal-hal ini dilakukan oleh masyarakat kita,” tandasnya.

Baca Juga :  Penumpang Kapal Meningkat Jelang WSBK, ASDP Tambah Armada

Menyikapi ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Barat Maad Adnan mengatakan semuanya ini merupakan capaian yang luar biasa.“Kami menyadari, di masa pandemi ini kegiatan olah raga ini sudah sangat sedikit,” katanya.

Karena, untuk menyalurkan kegiatan balap liar ini, biasanya dilakukan melalui kegiatan drag bike. “Selama dua tahun ini, tidak pernah diselenggarakan, biasanya setiap tahun digelar event drag bike sebanyak tiga kali, untuk menyalurkan bakat anak-anak kita,” imbuhnya.

Demikian juga kegiatan-kegiatan keolahragaan yang lain, saat ini sudah sangat jarang dilakukan.“Kedepannya, upaya-upaya yang bisa kita lakukan, akan mendata pelaku-pelaku balap liar ini, dengan membangun komunikasi lebih efektif, dan akan dilakukan pembinaan-pembinaan lebih detal,” jelasnya.
Untuk diketahui jajaran Polres Lombok Barat berhasil menjaring sebanyak 50 sepeda motor yang dipakai balapan.(ami)