Pohon Jadi “Korban” Atribut Calon Pilkada NTB

Pohon Jadi “Korban” Atribut Calon pilkada NTB
POHON : Alat peraga kampanye milik salah satu Paslon di batang pohon pelindung di jalan utama Kota Mataram kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM – Banner pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB banyak terpasang di batang pohon pinggir jalan Kota Mataram. Yang paling banyak adalah milik pasangan calon H. Ahyar Abduh dan Mori Hanafi.

Banner nempel dengan cara dipaku di batang pohon lindung seperti yang ada di pinggir Jalan Brawijaya, Jalan TGH. Faisal dan beberapa jalan utama lainnya. Menurut beberapa warga, atribut tersebut dipasang sehari sebelumnya.” Kayaknya ini kemarin malam dipasang, karena sorenya belum ada,” kata Haerudin, salah satu pedagang yang berjualan di bawah pohon pelindung tersebut.

Ia menyebut atribut beberapa waktu lalu dibongkar, namun kini ramai lagi. Pagi hari warga melihat banner sudah dipasang.”Dulu sudah dicabut, tetapi sekarang ada lagi,” katanya.

Pemasangan atribut di pohon ini mendapat perhatian dan catatan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB.

Menurut Direktur Ekskutif Walhi NTB Murdani, semua pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada serentak nanti harus memiliki rasa peduli terhadap lingkungan.

Walhi meminta semua calon melakukan kampanye santun. Kampanye yang santun tidak hanya kepada para pemilih, tetapi para calon juga harus mengutamakan kepedulian kepada lingkungan, terutama kepada pohon pelindung yang ada di jalanan.”Semua calon harus mempunyai komitmen untuk memprioritaskan linkungan dalam membangun daerah,” kata Murdani kemarin.

Pemasangan atribut di pohon tersebut jelas mengancam keselamatan hidup.” Semua calon harus mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu tim pemenangan Ahyar-Mori, Sueq Qury, menjelaskan bahwa setelah penetapan calon gubernur, maka besok semua alat peraga kampanye (APK) akan dipasang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sehingga kedepannya  semua APK tidak akan lagi melakukan pemasangan APK sembarangan.” Besok  kan APK akan dipasangkan oleh KPU,” tegasnya.

Terhadap adanya pemasangan APK di pohon ini, menurut Sueq semua alat peraga kampanye titik-titik pemasangannya sudah ditentukan oleh tim kampanye, karena pemasangan alat peraga ini sudah dipetakan untuk tetap dipasang di kawasan lingkungan atau zona yang sudah dipastikan pasangan Ahyar-Mori bisa mendapatkan suara.”Semua atribut kita fokuskan pasang di kawasan yang potensi suaranya bisa kita menangkan,” tegasnya.

Selama ini calon juga sudah sering mengimbau kepada para tim sukses untuk memasang APK sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh KPU.” Kita sudah diimbau untuk tetap mengikuti aturan kampanye sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Kalau ada yang memasang atribut di lokasi yang terlarang, maka itu mungkin atas inisiatif sendiri.”Mungkin yang pasang itu atas inisiatif sendiri, yang tidak bisa dipantau oleh tim,” ujarnya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut