Petrokimia Pastikan Stok Pupuk SP36 Aman

Ilustrasi
Ilustrasi

MATARAM–Keluhan sejumlah petani tembakau di Pulau Lombok, terkait adanya kelangkaan pupuk SP36 produksi dari Petrokimia Gresik, untuk pemupukan di musim tanam tembakau, kini sudah mulai mendapat perhatian dari pihak produsen. Pihak PT Pertrokimia memastikan pupuk untuk SP36 di Provinsi NTB cukup melimpah.

“Kalau stok pupuk SP36 tidak ada masalah. Hanya saja petani tembakau di Lombok perlu memahami pupuk SP36 bagi tanaman tembakau itu tidak ada subsidi, tapi non subsidi,” kata Bidang Promosi Wilayah Bali,Nusra dan Kalimantan, F Ardi Sumantyo, Rabu kemarin (7/6).

Ardi menjelaskan sesuai ketentuan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) RI, bahwa yang berhak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi adalah tanaman pangan, seperti padi, hortikultura, perikanan, dan jagung.

Sementara untuk tanaman tembakau tidak ada alokasi pupuk bersubsidi, dan yang ada adalah pupuk non subsidi dengan tidak ada batasan harga eceran tertinggi (HET), melainkan menerapkan harga sesuai mekanisme pasaran.

[postingan number=5 tag=”pupuk”]

Hal tersebut kata Ardi, sangat penting diketahui oleh petani tembakau, bahwa tanaman tembakau tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Petani tembakau hanya bisa membeli pupuk non subsidi yang harganya sesuai mekanisme pasar. “Pupuk bersubsidi itu dialokasikan sebesar 79 persen untuk tanaman padi, sisanya untuk tanaman pangan lainnya,” jelas Ardi.

Selain itu Ardi juga menyarankan kepada petani tembakau untuk lebih menggunakan pupuk NPK Kebomas dengan porsi berimbang, yakni 12-11-20. Karena pupuk NPK Kebomas selain cocok untuk tanaman tembakau juga pupuk tersebut sangat rendah kandungan Clo.

“Untuk petani tembakau, tidak kami sarankan pakai phonska maupun phonska plus, karena hasilnya kurang bagus. Lebih bagus gunakan pupuk NPK Kebomas. Tapi semua pupuk tersebut untuk tanaman tembakau tidak ada subsidinya,” tambah Ardi.

Sebelumnya, petani tembakau virginia di Kabupaten Lombok Timur mengaku gelisah karena pupuk SP36 non urea terbilang langka. Dibeberapa lokasi penjualan pupuk SP36 petani sulit untuk mendapatkannya.

“Kami para petani kesulitan mendapatkan pupuk SP36. Kalaupun ada harganya mahal diatas HET,” terang sala seorang petani asal Bungtiang, Lombok Timur, Amaq Awan.

Untuk itu, pihaknya mewakili petani tambakau lainnya,  meminta Pemkab Lotim segera menyikapi persoalan yang dihadapi para petani tembaku Virginia ini . karena, Menurutnya petani tembakau sudah mulai menanam.

Hal senada juga dikeluhkan oleh petani asal Dusun Gerisak, menurutnya kelangkaan pupuk sering terjadi pada saat musim tembakau, bahkan setiap musim tembakau bukan hanya kelangkaan saja terjadi namun sering terjadi harga di luar batas kewajaran. ”Kalau masalah harga pupuk yang tinggi sudah menjadi hal yang biasa kita alami, tapi karena pedagang tau kita butuh semaunya dia buat harga,” pugkasnya. (luk)

BACA JUGA :  Bank NTB Perbesar Penyaluran Kredit Produktif