Genjot Serapan Padi, Bulog Gandeng 63 Mitra

MULAI PANEN: Tanaman padi petani sebagaian besar di NTB sudah mulai panen raya. Tanaman padi di wilayah Mataram terlihat telah menguning dan siap panen (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi NTB terus menggenjot serapan pembelian gabah petani. Terlebih lagi, April ini petani sudah mulai memasuki panen raya yang merata di seluruh wilayah NTB. Disaat musim panen raya, harga jual petani cenderung lebih stabil tidak terlalu tinggi diatas harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp3.700 /kg untuk gabah kering panen (GKP).

Kepala Bidang Pengadaan, Perum Bulog Divre NTB, Syaifuddin menyebut bahwa pihaknya saat terus menambah jumlah mitra pengadaan sebagai salah satu upaya menggenjot serapan pembelian gabah petani.

[postingan number=3 tag=”bulog”]

“Saat ini mitra pengadaan kami di Bulog NTB sudah sebanyak 63  mitra. Belum lagi Satgas pengadaan dari Bulog Divre NTB,” kata Syaifuddin, Rabu kemarin (12/4).

Hingga saat ini, Perum Bulog Divre NTB sendiri sudah menyerap pembelian gabah petani mencapai 15.730 ton setara beras atau setara dengan 31.460 GKP. Data jumlah pembelian gabah petani setiap harinya terus bertambah dimana rata-rata dalam satu hari itu serapan pembelian di lapangan lebih dari 2.000 ton setara beras.

Dikatakan, Perum Bulog Divre NTB juga menjalin kerjasama dengan unsur TNI dalam pembelian gabah petani. Dimana personil TNI yang ada di Babinsa ikut andil memantau dan memfasilitasi petani yang panen padi untuk menjual kepala Perum Bulog Divre NTB. Hal tersebut sebagai salah satu upaya koordinasi dan kemitraan dalam memenuhi ketahanan stok cadangan pangan dalam daerah maupun juga nasional.

Mengenai adanya informasi harga jual gabah petani dibawah HPP alias anjlok, Syaifuddin menginginkan petani atau masyarakat serta unsur lainnya untuk menunjukan lokasi petani yang menjual di bawah HPP tersebut. Karena Perum Bulog Divre NTB siap membeli seluruh hasil panen padi petani sesuai dengan harga HPP.

Karena Bulog hadir untuk membeli padi petani sesuai dengan HPP. Dimana ketika jual petani di bawah HPP, maka Bulog hadir untuk melindungi dan mengamankan petani dari harga dibawah ketentuan tersebut. “Kalau ada tanaman padi yang mau panen, silahkan informasikan kepada kami di Bulog. Kami siap membeli sebanyak-banyaknya sesuai HPP,” ucapnya.

Sementara itu mengenai pelibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan/Poktan) sebagai mitra Perum Bulog DIvre NTB untuk memasok gabah petani, hingga saat ini, belum ada satupun yang mengajukan permintaan untuk menjadi mitra pengadaan Perum Bulog.

“Kami belum menerima pengajuan izin dari BUMDes dan Gapoktan untuk kemitraan pengadaan gabah petani. Saat ini masih baru 63 mitra yang turun langsung ke sawah petani untuk membeli sesuai HPP,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid