Petani Bisa Langsung Jual Gabah ke Bulog

Ilustrasi.

MATARAM–Perusahaan Umum Bulog selaku badan usaha milik negara (BUMN) mulai membuka ruang terbuka bagi petani untuk langsung berhubungan. Petani tidak lagi perlu menjual gabah hasil panen mereka kepada mitra Perum Bulog, melainkan petani bisa langsung menjual ke Bulog tanpa melalui perantara.

“Mulai tahun 2017 ini petani bisa langsung menjual hasil panen padi mereka kepada Bulog tanpa harus melalui perantara atau pengusaha pihak ketiga,” kata Kepala Sub Divisi Onfarm Bulog Pusat, Dr. Amrullah didampingi Kepala Sub Divisi Kemitraan Kemitraan dan Lumbung Pangan, Bulog Pusat, Pawisari dan Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Achmad Ma’mun, disela-sela pertemuan dengan kelompok tani dan SKPD teknis terkait se NTB, Rabu kemarin (1/2).

[postingan number=3 tag=”bulog”]

Amrullah mengatakan, pemotongan mata rantai penjualan gabah petani langsung kepada Bulog sebagai salah satu terobosan untuk memperpendek rantai penjualan petani. Sehingga petani langsung mendapatkan harga sesuai dengan ketentuan yang ada. Selain harga beli gabah petani oleh Bulog juga sesuai dengan harga jual di pasaran. Bulog akan membeli gabah petani jika sesuai dan memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan oleh pemerintah dan Bulog Pusat.

BACA JUGA :  DMI NTB Bentuk 14 Koperasi Syariah Berbasis Masjid

Selain itu, lanjut Amrullah, Perum Bulog juga mmebuka peluang bekerjasama dengan Kelompok Tani (poktan) dan juga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) melaui program Onfarm. Pada tahun 2017 ini, untuk Provinsi NTB program Onfarm dalam kemitraan dengan petani di NTB dengan luas areal tanaman padi 66 ribu hektar dari total target program Onfarm secara nasional seluas 1 juta hektar.

Program Omfarm tersebut sebagai salah satu bentuk kemitraan Bulog dengan petani tanaman padi dalam membuka peluang kerjasama langsung. Selain itu juga dalam program Onfarm tersebut, Bulog menggandeng tiga bank milik negara yakni Bank BNI, Bank BRI dan Bank Mandiri untuk membiayai kebutuhan biaya tanaman bagi petani. Termasuk juga didalam program asuransi tanaman padi bagi petani yang dilakukan PT Jasindo menjadi satu kesatuan dalam program Onfarm yang dimotori oleh Perum Bulog.

“Kerjasama dengan petani tanaman padi ini pada muaranya adalah agar hasil panen mereka dijual ke Bulog. Untuk masalah harga, Bulog siap membeli sesuai harga pasar tergantung kualitas padi petani,” ucapnya.

BACA JUGA :  Distributor Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman

Kepala Sub Divisi Kemitraan Kemitraan dan Lumbung Pangan, Bulog Pusat, Pawisari mengatakan, selain menjalin kemitraan dengan petani langsung melalui program Onfarm, Bulog juga menggandeng Lumbung Pangan Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam menjalin kemitraan. Nantinya, Bulog bisa mendapatkan informasi ataupun membeli gabah hasil panen petani melalui bahkan di fasilitasi oleh Lumbung Pangan Desa yang ditkelola oleh BUMDes tersebut.

“BUMDes juga nantinya melalui unit usahanya bisa bermitra untuk menjual produk yang ada di Bulog seperti beras, gula dan lainnya. Sehingga kemitraan ini bisa saling menguntungkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Achmad Ma’mun mengatakan peluang kerjasama dan kemitraan dengan langsung petani menjadi hal baru dilaksanakan mulai tahun 2017 ini.

“Peluang kerjasama dengan petani langsung menjual ke BUlog akan sangat membantu petani dan juga Bulog dalam merealisasikan target pengadaan beras untuk ketahanan pangan nasional. Untuk Mitra usaha Bulog tetap berjalan seperti biasanya selain langsung dengan petani,” pungkasnya. (luk)