Petani Binaan AMNT Lakukan Ekspor Rumput Laut ke Tiongkok

Petani Binaan AMNT Lakukan Ekspor Rumput Laut ke Tiongkok
EKSPOR RUMPUT LAUT: Bupati KSB, Dr. Ir Musyafirin, MM, didampingi GM Operations PT AMNT, Wudi Raharjo, melakukan pelepasan ekspor perdana rumput laut, hasil petani binaan AMNT di Sagena, Poto Tano, Sumbawa Barat, Kamis (8/3). (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM—Bupati Sumbawa Barat, DR. Ir. Musyafirin, MM, dengan didampingi General Manager Operations PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Wudi Raharjo, melakukan panen raya, sekaligus melepas secara resmi ekspor perdana rumput laut ke Tiongkok, yang merupakan hasil budidaya 45 petani binaan PT AMNT di Desa Sagena, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis kemarin (8/3).

Panen raya rumput laut sendiri mencakup tiga lokasi di KSB, yaitu Desa Sagena, Desa Labu Beru, dan Desa Kertasari, dengan total rumput laut yang dipanen mencapai 70 ton basah. Sedangkan yang diekspor sebanyak 15 ton rumpur laut kering, dengan 7 ton rumput laut diantaranya merupakan konstribusi para petani binaan AMNT.

Pengembangan budidaya rumput laut di KSB, tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan oleh Tim AMNT, mulai dari pelatihan strategi pengembangan usaha, akses informasi teknis budidaya, akses permodalan, termasuk akses pasar.

Karena selain berpotensi menambah penghasilan yang cukup lumayan bagi para petani, kegiatan budidaya rumput laut juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Mulai dari persiapan penanaman rumput laut, pemeliharaan, panen hingga proses pengeringan. Sehingga rata-rata jumlah tenaga kerja yang diserap antara 200 hingga 250 orang.

“Ini pencapaian luar biasa dari salah satu program pengembangan masyarakat AMNT, yang meskipun baru berjalan kurang dari 6 bulan, tetapi sudah berhasil melakukan ekspor perdana. Program ini juga merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk mengembangkan secara optimal sumber daya yang ada, untuk menciptakan ekonomi lokal yan kuat, mandiri dan berkelanjutan,” kata Syarafudin Jarot, Senior Manager Tanggung Jawab Sosial AMNT, dalam keterangan pers yang diterima Radar Lombok, kemarin.

Menurutnya, saat ini paradigma baru Program Pengembangan Masyarakat (PPM) AMNT lebih difokuskan pada bisnis yang berkelanjutan, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di KSB. Selain itu juga melakukan pemberdayaan dan pengembangan kapasitas, dukungan terhadap program pemerintah, serta bersifat sinergitas integrasi-kolaborasi. “Dengan paradigma baru tersebut, kami berharap dapat membantu percepatan pembangunan di KSB,” harap Jarot.

Sementara Bupati KSB, DR. Ir. Musyafirin, MM, dalam sambutan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada AMNT, karena telah membantu dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan mengembangkan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Saya berharap agar kerja sama yang konkret dan berkesinambungan antara pemerintah dan AMNT melalui berbagai program pengembangan masyarakat, dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sumbawa Barat, demi terciptanya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Musyafirin.

Selain budidaya rumput laut lanjutnya, beberapa program pengembangan usaha masyarakat yang sedang berjalan yaitu pengolahan gula aren, budidaya lebah madu, peternakan ayam petelur kampung, dan pedaging, serta budidaya ikan lele.

Pada awal ini, seluruh program tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 113 kepala keluarga (KK) di Sumbawa Barat, yang memberikan pendapatan rata-rata Rp 2,2 jt/KK setiap bulan.

Selanjutnya, beberapa program lain juga sedang dalam tahap persiapan akhir untuk diimplementasikan, seperti peternakan kambing, produksi olahan jagung dan minyak lala, budidaya udang vanamei, pengolahan kopi, serta budidaya terpadu ikan kerapu. (gt)