Nilai Ekspor Desember Melonjak 242,03 Persen

KONSENTRAT: Tumpukan konsentrat hasil tambang PT AMMAN Mineral, sebelumnya bernama PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang siap dikapalkan untuk di ekspor ke sejumlah negara tujuan. (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat nilai ekspor NTB pada bulan Desember 2016 mengalami peningkatan cukup fantastis hingga mencapai 242,03 persen, dibandingkan ekspor di bulan November 2016. Hanya saja peningkatan nilai ekspor yang fantastis tersebut lebih dari 99,31 persen digenjot barang tambang/galian non migas.

“Ekspor NTB bulan Desember meningkat drastis karena adanya peningkatan nilai ekspor barang tambang/galian non migas hingga 99,31 persen,’ kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, BPS Provinsi NTB, Ni Kadek Adi Madri, Senin kemarin (16/1).

[postingan number=3 tag=”ekspor”]

Lebih lanjut Kadek menyebutkan, bahwa selain kenaikan fantastis nilai ekspor untuk barang tambang/galian non migas, kenaikan cukup tinggi untuk nilai ekspor NTB diluar barang tambang adalah perhiasan permata mencapai US$ 741.603 atau sebesar 0,38 persen, jika dibandingan dengan nilai ekspor perhiasan/permata bulan November sebesar US$ 204.686.

Sementara itu, komoditas barang ekspor lainnya seperti, garam belerang,kapur, sayuran, ikan dna udang, perkakas, perangkat potong dan produk kerajinan dan anyaman justru terjadi penurunan. Begitu juga dengan ekspor untuk barang lainnya juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi ekspor November 2016.

Kadek menyebutkan nilai ekspor Provinsi NTB bulan Desember 2016 sebesar US$ 195.677.273 mengalami peningkatan 242,03 persen jika dibandingkan ekspor November 2016 yang bernilai US$ 57.210.417. Ekspor pada bulan Desember 2016 yang terbesar ditujukan ke negara Philipina sebesar 32,55 persen, Korea Selatan sebesar 25,72 persen dan Cina sebesar 17,71 persen.

Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar Desember 2016 adalah barang tambang/galian non migas senilai US$ 194.335.923 (99,31 persen); perhiasan/permata senilai US$ 741,603 (0,38 persen) dan perkakas, perangkat potong sebesar US$ 191.609 (0,10 persen).

Sementara itu, nilai impor pada bulan Desember 2016 bernilai US$ 4.846.729. Nilai ini mengalami penurunan 33,36 persen dibanding dengan bulan November 2016 yang sebesar US$ 7.273.501.

Jenis barang impor dengan nilai terbesar pada bulan Desember 2016 adalah bahan bakar mineral sebesar 24,71 persen, karet dan barang dari karet 22,35 persen dan mesin-mesin/pesawat mekanik 21,72  persen yang merupakan sebagian besar kebutuhan untuk sektor pertambangan.

Kadek menambahkan, secara kumulatif, nilai ekspor NTB tahun 2016 sebesar US$ 1.585.620.932, naik 7,2 persen dari tahun 2015 yang nilainya sebesar US$ 1.479.445.374. Sedangkan impor secara kumulatif juga mengalami kenaikan 0,48 persen dari US$ 166.932.574 pada tahun 2015 menjadi US$ 167.733.891 tahun 2016. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut