Pertokoan Padat Pembeli, Prokes Mulai Kendor

PENGAWASAN PROKES: Pelaksanaan protokol kesehatan mulai kendor menjelang hari raya Idul Fitri, dimana sejumlah toko banyak yang dipadati (kerumunan) para pembeli. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Menjelang hari raya Idul Fitri, sejumlah toko di Kota Mataram mulai diserbu para pembeli. Akibatnya, praktis protokol kesehatan (Prokes) semakin kendor. Sehingga Satgas Covid-19 Kota Mataram diminta untuk lebih memperketat Prokes di lokasi-lokasi pertokoan.

Ketua Fraksi Amanah Bangsa Ahmad Azhari Gufron meminta masyarakat tuntuk tidak kendor dalam menghambat transmisi penyebaran Covid-19. Sebab, penularan virus yang mematikan itu semakin menjadi-jadi, yang dibuktikan dengan grafik pengidap penyakit Covid-19 di Kota Mataram yang terus mengalami peningkatan. “Kita minta semua diperketat, dan pemilik toko juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya kepada Radar Lombok, Rabu (5/5).

Saat ini, semua komplek pertokoan hampir penuh setiap hari. Gelombang pembeli tak terbendung dari Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara. Pemerintah Kota Mataram juga semakin kelimpungan memberikan teguran kepada para pengujung.

BACA JUGA :  Banjir Gepeng di Bulan Ramadan

Politisi PAN ini juga meminta Satgas Covid-19 bersikap tegas. Beberapa pertokoan yang masih bandel bisa diberikan sanksi tegas, sesuai dengan surat imbauan yang dikeluarkan Wali Kota Mataram. Para  pemilik toko yang ditemukan melanggar, bisa disegel sementara tokonya.

Sesuai dengan surat edaran Wali Kota Mataram nomor  510/710/DAG/2021, tentang peningkatan pendisiplinan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan dan toko fashion, dalam rangka pencegahan Covid-19.  Daftar pertokoan yang diberikan surat imbauan yakni Lombok Epicentrum Mall, Mataram Mall, Trasmart, Ruby Supermarket, Niaga Supermarket, Lotte Grosir, MGM, Hypermart, dan Giant. Sedangkan toko pakaian yakni Ruby, MGM, Galery Fashion, Fashion One, Roxi, Apollo, Sukses, Niaga, Bandung Collection, Boxi, Giggle box, Airlangga Fashion, dan Heron.

BACA JUGA :  Dikbud Kota Mataram Kembali Gelar Rotasi

Ia berharap penegakan terus ditingkatkan, sampai menjelang Idul Fitri. Karena gelombang kedatangan dan kerumunan terus meningkat di Kota Mataram. Hal ini harus menjadi perhatian bersama untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Mataram Mahfudin Noor mengatakan, untuk penegakan protokol kesehatan tentunya sudah dilakukan. Sejak awal, sudah memberikan imbauan kepada para pengelola tempat usaha.

Demikian aparat gabungan terus melakukan penegakan melalui razia penegakan disiplin protokol kesehatan. “Kita terus pantau disemua pusat perbelajaan, termasuk para Lurah dimasing-masing wilayah melakukan pemantauan,” katanya. (dir)