Perputaran Uang di Mataram Selama MotoGP Mencapai Rp 43,3 Miliar

DAMPAK MOTOGP: Hotel salah satu yang paling terdampak secara ekonomi saat MotoGP digelar. Selama MotoGP perputaran ekonomi di Kota Mataram disebut mencapai Rp 43,3 miliar. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Tidak salah sebut kalau perhelatan event MotoGP yang belum lama ini berlangsung di Sirkuit mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, merupakan magnet perekonomian. Karena dampak secara ekonomi tidak hanya dirasakan Lombok Tengah saja sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP, tetapi juga Kota Mataram sebagai salah satu daerah algomerasi turut kebagian keuntungan atau cuan seperti bahasa kekinian.

Perputaran uang di Kota Mataram saat gelaran MotoGP sebesar Rp 43,3 miliar. Jumlah tersebut masih bisa bertambah. Karena Rp 43 miliar tersebut baru perhitungan awal. “Rp 43,3 miliar perputaran uang dan dampak ekonomi saat MotoGP untuk Kota Mataram. Kalau untuk Pulau Lombok itu di atas Rp 100 miliar,” ujar Dr Prayitno Basuki, yang bertugas mengamati dampak ekonomi perhelatan MotoGP saat memberikan keterangan di Mataram.

Prayitno mengatakan, dirinya mendapat tugas dari ITDC untuk mengamati dampak ekonomi perhelatan MotoGP. Lalu hari ke tiga, dirinya langsung melakukan penetrasi untuk menilai pengeluaran rata-rata penonton per itemnya. Mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, souvenir, sewa mobil dan lainnya. “Kami ingin mengetahui dampak ekonomi Pulau Lombok. Karena kami tidak mampu menjangkau Pulau Sumbawa,” terangnya.

BACA JUGA :  Proyek Loang Baloq Dimenangkan Kontraktor Asal Sulsel

Dari riset yang dilakukan. Kota terdampak positif dari perhelatan MotoGP. Seperti dari akomodasi hotel yang men-cover 30 persen penonton MotoGP. Lalu infrastruktur kuliner di Kota Mataram yang lebih baik dari daerah lainnya. Banyak didatangi tamu dan penonton MotoGp.

Kuliner ini menyumbang 40 persen perputaran ekonomi Kota Mataram saat MotoGP berlangsung. Tak ketinggalan adalah souvenir kerajinan dan lainnya dari Kota Mataram juga diburu pengunjung. “Makanya dari Kota Mataram itu sekitar Rp 43,3 miliar dapatnya. Tapi ini masih bisa bertambah atau berkurang. Ini masih hitungan kasar. Tapi itulah gambaran awal karena kita kalikan dengan multiplier effect MotoGP ini,” ungkapnya.

Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana sudah menerima laporang langsung tentang perkiraan awal pergerakan ekonomi di Mataram saat MotoGP digelar. Dia bersyukur dampaknya secara ekonomi dirasakan dan menyentuh angka Rp 43,3 miliar. “Ini disampaikan analisa makro dulu. Itu masih perkiraan tapi masih bisa bertambah,” katanya.

BACA JUGA :  Mataram Raih Adipura, Sampah Jadi Tantangan

Kota Mataram disebutnya sangat terdampak dari perhelatan MotoGP. Karena dirasakan secara nyata. Namun Kota Mataram dipastikan berpuas diri dengan hasil tersebut.

“Nanti kita evaluasi apa yang perlu kita tingkatkan. Terutama tentang pelayanan dan menambah kegiatan. Kalau menambah kamar hotel saya pikir agak berat karena lahannya kita cukup minim. Tapi kualitas kenyamanan hotel dan kegiatan yang diperbanyak. Sentra kuliner dan UMKM nanti kita pacu untuk memperbanyak kreativitas mereka. Pelaku-pelaku usaha transportasi juga bisa menjadikan peluang untuk kita di Mataram,” jelasnya.

Mohan mengatakan, Kota Mataram akan bersiap. Karena beberapa event akan dilaksanakan juga di Sirkuit Mandalika tahun ini. Mulai dari balap GT World Challenge Asia 2022 di bulan Oktober. Lalu diteruskan dengan WSBK di bulan November.

“Belajar dari pengalaman kemarin kita mengelola kota ini. Bagaimana kita mempersiapkan semuanya dan komunikasi yang baik dengan pelaku usaha. Itu jadi pengetahuan kita untuk mempersiapkan beberapa agenda yang akan datang. Kita optimis untuk itu,” pungkas Mohan. (gal)