Perayaan Maulid di Masjid Bermenara Tanah Liat Tertinggi di Dunia sebagai Pembuka Bulan Rajab di Kota Tarim

Muhammad Fathullah Ishak, anak muda asal Lombok yang tengah belajar di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadramaut, Yaman

Oleh: Muhammad Fathullah Ishak/Anak muda asal Lombok yang tengah belajar di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadramaut, Yaman

Bulan Rajab merupakan bulan yang sangat istimewa bagi seluruh umat Islam, bagaimana tidak, pada bulan itulah terjadinya kejadian yang sangat luar biasa yakni peristiwa Isra’ dan Mi’raj Sang Pembawa Risalah; Nabi Muhammad SAW. Maka bulan Rabiul Awal merupakan bulan yang sangat dinanti-nanti oleh kaum muslim. Berbagai macam ekspresi kebahagiaan ditampakkan untuk menunjukkan kegembiraan di bulan yang mulia ini. Tidak terkecuali di Kota Tarim, tempat saya menuntut ilmu.

Kota yang terkenal dengan sebutan kota seribu wali ini tidak asing lagi dengan istilah peringatan Maulid. Karena setiap minggu, tepatnya pada malam Jumat, pembacaan maulid rutin diadakan hampir di seluruh pelosok kota ini. Mulai dari pembacaan maulid Dhiya’ullami’, maulid Habsy, Barzanji, Burdah, dan sebagainya.

Khusus pada awal Bulan Rajab, maka tepat pada Sabtu 13 Februari acara maulid dikemas dengan perayaan yang lebih meriah. Biasanya diistilahkan dengan sebutan maulid kubro (maulid besar-besaran) yang bertempat di Masjid Al-Mudor Tarim.

Masjid yang berjarak sekitar 2 km dari tempat kami kuliah (Universitas Al Ahgaff) ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu berupa bangunan dan menara tinggi yang terbuat dari tanah liat.

Tidak ada data valid yang menyebutkan tahun pendirian masjid tersebut, yang jelas masjid yang dibangun oleh Syekh Umar Al Muhdlor bin Abdurrahman Assegaf ini tidak melampaui tahun 833 H/1430 M.

Menaranya berbentuk persegi empat, berdiri tegak setinggi 34 meter, dengan lima tingkatan yang semakin ke atas semakin mengecil di setiap tingkatannya. Bercatkan kapur putih bersih membuat menara ini tampak gagah nan indah sehingga menjadi pusat pemandangan angkasa Tarim. Hinga saat ini menara Muhdhor menjadi menara tertinggi di dunia yang terbuat dari tanah.

Menara Masjid Muhdlor juga menjadi ikon lambang Kota Tarim. Selain itu, Masjid Muhdlor juga merupakan salah satu tempat yang sering diadakan acara keagamaan di Kota Tarim. Selain maulid seperti yang kita ceritakan di atas, masjid ini juga mengadakan acara rutin semacam khataman Alquran, majlista’lim, dan lain-lain.

Dengan disuguhi wedang kopi jahe (gohwah) khas Tarim, sudah cukup bagi para jemaah untuk menghangatkan tubuh mereka dari cuaca yang lumayan sangat dingin karena bertepatan dengan musim dingin di sini.

Mereka pun bukan sekadar hadir, akan tetapi peringatan maulid bagi mereka sebagai pemupuk rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, meneladani kembali sosok yang dicinta, serta sebagai penyemangat untuk terus mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW. (*)