Perangkat Desa Persiapan belum Terima Gaji

RENI EKOWATI (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Perangkat desa di desa persiapan hingga saat ini belum menerima gaji terhitung dua bulan. Kepastian soal gaji mereka menunggu kejelasan dari desa induk. Selain gaji, anggaran operasonal juga belum ada.

Dua desa persiapan di Kecamatan Batulayar misalnya. Perangkat desa setempat belum menerima gaji. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lobar, Heri Ramadan, dari 11 desa persiapan, semua perangkat desanya belum menerima gaji. “ Karena ada beberapa desa yang kebetulan tidak menganggarkannya di APBDes murni, tapi tidak mengurangi hak mereka mendapatkan gaji. Terhitung sejak diangkat jadi perangkat, akan dirapel.Tidak semua ada yang sudah menerima gaji,” kata Heri kemarin.

Dari jumlah desa persiapan yang ada, hampir 50 persen desa induk mereka tidak menganggarkan gaji perangkat untuk desa persiapan. Kalau perangkat desa yang digeser dari desa induk ke desa persiapan seperti Kadus, sudah dianggarkan gajinya.”Yang belum digaji adalah rekrutan baru perangkat desa yang berasal dari masyarakat,” katanya.

BACA JUGA :  Tahun 2021, Tidak Ada Desa Tertinggal di KLU

Kalau gaji Kadus otomatis sudah masuk karena sudah dianggarkan di APBDes desa induk. Kemungkinan kata dia, di APBDes Perubahan akan dianggarkan. Paling lambat awal tahun depan akan cair.

Sementara itu, Penjabat Kades Tunjung Are Kecamatan Batulayar, Reni Ekowati, mengatakan, sampai dengan saat ini perangkat desanya belum menerima digaji, termasuk juga untuk  dana operasional desa sejak desa persiapan lahir dan perangkat dilantik.”Belum ada untuk gaji, termasuk juga operasional,” akunya.

Kepastian soal dana itu tergantung hasil komunikasi dengan desa induk. Desa induk akan melakukan komunikasi dengan pihak yang berkompeten, seperti pendamping, Sekdes dan bendahara desa. Namun sejauh ini belum ada kabar dari desa induk. Terkait desa persiapan, pihaknya sudah bertemu dengan Pemprov. Pihaknya menyerahkan kelengkapan data-data menuju desa definitif. “ Pihak provinsi mencocokkan data dari yang sudah masuk, apa yang kurang kita lengkapi sesuai permintaan provinsi. Kemudian dalam waktu dekat mereka akan turun lapangan untuk kroscek dengan data-data yang ada, kemudian itu yang dibawa ke Jakarta,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pol PP Temukan Beberapa Sekolah di Lobar Tetap Gelar PTM

Sejauh ini lanjutnya, pihaknya sudah membangun kantor desa. Dana pembangunan kantor desa berasal dari swadaya masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Sandik, H. Aburrahman, mengatakan untuk gaji staf di dua desa persiapan yang menjadi pecahan Desa Sandik memang belum dibayarkan karena sesuai hasil kesepakatan dengan PMD untuk 30 persen anggaran desa persiapan dari desa induk dialokasikan di APBDes perubahan bukan di APBDes murni.” Belum dibayar. Kalau perangkat kewilayahan (Kadus) tetap digaji dari desa induk. Kalau staf di dua desa persiapan itu akan digaji setelah APBDes perubahan,” jawabnya saat dikonfirmasi. (ami)