Penumpang LIA Dibagikan 12.500 Takjil

LIA
MEMBAGIKAN: Para duta bandara saat membagikan takjil kepada para penumpang pesawat yang akan dan sudah melakukan penerbangan, kemarin. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dan berada di Lombok Internasional Airport (LIA) tidak usah khawatir untuk mencari lokasi berbuka. Pasalnya pihak bandara selama bulan ramadhan ini   berbagi takjil bersama penumpang di terminal bandara.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilakukan pihak bandara pada bulan Ramadan.  Pemberian takjil ini menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi kepada para penumpang dengan pihak bandara serta menambah keberkahan bulan Ramadan bagi kelancaran aktivitas bandara.

General Manager Lombok International Airport, I Gusti Ngurah Ardita menyampaikan, pembagian takjil ini dimulai sejak 1 Ramadan yang jatuh tepat pada tanggal 17 Mei 2018. Pembagian itupun dilakukan pada sekitar  pukul 17.30 Wita. Jumlah takjil yang dibagikan untuk  setiap harinya berkisar 300 sampai 400 box. Sehingga total takjil yang diberikan kepada penumpang selama bulan Ramadan sebanyak 12.500 box.

“Kami ingin berbagi kepada penumpang yang datang maupun pergi melalui LIA pada jam berbuka puasa. Terlebih lagi sebelumnya bandara ini telah masuk nominasi bandara yang ramah wisatawan muslim. Tentunya kami ingin mempertahankan ini dan tidak hanya itu kami ingin berbagi keberkahan di bulan Ramadan ini bersama para penumpang yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ungkap I Gusti Ngurah Ardita, kemarin.

Lebih jauh Ardita menambahkan, takjil tersebut dibagikan para  duta bandara dan petugas customer service LIA. Pembagian itu dilakukan di tiga titik yaitu di area kedatangan domestik, ruang tunggu domestik dan ruang tunggu internasional. “Mengingat  terdapat 15 penerbangan domestik dan internasional baik kedatangan maupun keberangkatan pada jam berbuka puasa yaitu pukul 17.30 hingga 19.00 Wita,” jelasnya.

Dengan disediakanya takjil pihak bandara, maka diharapkan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa tersebut, tidak merasa kesulitan dan tergopoh-gopoh mencari makanan saat tiba di bandara. Mengingat kondisi masyarakat biasanya ketika baru sampai di bandara masih akan terasa capek terlebih pada bulan puasa. “Jadi masyarakat tidak usah khwatir jika pemberangkatan atau mereka datang pas magrib. Karena kami dari pihak bandara sudah menyediakan makanan untuk berbuka puasa,” tambahnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut