Penghuni Kamar 179 Tak Tahu Penyebab Kebakaran Hotel Oceano Jambu Luwuk

OLAH TKP: Tim Inafis Polda NTB melakukan olah TKP, Minggu (31/7). (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Polres KLU masih menyelidiki penyebab kebakaran di Ocean Resort Jambuluwuk Gili Trawangan, Sabtu malam (30/7) itu.

Kasat Reskrim Polres KLU AKP I Made Sukada mengatakan penyidik masih menunggu hasil dari Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Denpasar, Bali. Merujuk dari hasil tersebut, polisi baru bisa menentukan apakah ada unsur kelalaian atau kecelakaan dalam peristiwa yang menghanguskan 64 kamar tersebut. “Masih menunggu hasil penelitian di Labfor, karena belum keluar jadi belum bisa kita tentukan penyebab,” ujarnya, Kamis (4/8).

Terkait ada informasi yang beredar bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting listrik, Sukadana mengaku bahwa itu hanya dugaan orang-orang. “Saya tidak berani mendahului hasil Labfor. Kita duga ini tetapi hasilnya nanti beda kan susah,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya meminta semua pihak bersabar menunggu hasil dari Labfor. Merujuk hasil itu nanti akan muncul siapa yang bertanggung jawab. Apakah bentuknya disengaja atau kelalaian atau kecelakaan. “Untuk itu kita tunggu saja dulu,” bebernya.

Terkait kapan hasil penelitian Labfor keluar, ia tidak bisa memastikan, karena Labfor butuh waktu juga untuk meneliti sampel-sampel yang sudah diamankan dari TKP. “Namun biasanya seminggu atau dua minggu itu sudah keluar,” ungkapnya.

Selain menunggu hasil Labfor, pihaknya juga mengumpulkan bukti-bukti dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Total sudah ada 10  orang yang telah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres KLU, baik itu karyawan, tamu, maupun pemilik Jambuluwuk.

Untuk tamu, salah satu yang diperiksa adalah penghuni kamar 179 karena sumber api diduga pertama kali berasal dari sana. Kamar tersebut dihuni oleh satu keluarga asal Prancis, yakni Yassine El Rhouti, Assia El Rhouti, dal Allya Mina El Rhouti. “Hasil pemeriksaan mereka mengaku tidak mengetahui apa-apa karena sedang keluar waktu kejadian,” bebernya.

Sebelum mereka keluar kamar juga tidak ada masalah saat itu. Saat kejadian juga, mereka keluar beraktivitas di sekitar Gili Trawangan hingga waktu yang cukup lama. Akibatnya barang-barang mereka tidak bisa diselamatkan saat kebakaran terjadi, baik itu berupa dokumen, uang dan yang lainnya. “Tidak ada yang bisa diselamatkan,” tuturnya. (der)