Pencitraan Bisa Gagal oleh Sampah

MATARAM – MTQ nasional menjadi panggung penting bagi Kota Mataram untuk dikenal sebagai kota yang bersih dan aman dalam konteks pariwisata. Sayang pencitraan terganggu oleh urusan sampah. Kota Mataram menjadi tuan rumah MTQ nasional dimana pesertanya berasal dari seluruh provinsi.

Padahal Walikota Mataram H. Ahyar Abduh telah menggaungkan bahwa sampah bisa ditangani. Faktanya, tumpukan sampah masih terlihat di banyak titik di kota ini hingga beberapa hari pelaksanaan MTQ.

Sorotan disampaikan oleh anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Rangga Danu Meinaga kemarin. Ia meminta ada inovasi soal penanganan sampah yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan. “ Kadisnya jangan menoton, harus ada strategi baru untuk mendukung pencitraan Kota Mataram di acara nasional ini,” ungkapnya.

Ia menyoroti masih kurangnya sarana dan prasarana. Pola pengangkutan sampah juga dianggap biasa saja. Harusnya ditambah jam pengangkutan, misalnya bisa tiga sampai empat kali sehari. Ini disesuaikan dengan volume sampah yang ada. “ Serta harus ada pemetaan rute pengangkutan sampah.  Jangan sampai seperti saat ini, banyak ditemukan di pinggir jalan protokol. Ada juga yang numpuk di sungai,”  kata politisi PKPI ini.

BACA JUGA :  Mengunjungi “Galeri Sampah” Kelurahan Banjar

“ Jangan sampai Kadis tidak becus menangani sampah. Pemkot harus segera membuat inovasi, mencari cara lain. Misalnya ini dipihak ketigakan. Karena anggaran  cukup besar untuk penanganan sampah,” pungkasnya.

Sementara itu akademisi di Pusat Studi Kebijakan Publik IAIN Mataram Agus M.Si mengatakan, sebaiknya Pemkot segera memformulasikan strategi penanganan sampah. Persoalan sampah akan terus  menjadi problem utama apabila Pemkot tidak cepat membuat kebijakan strategis. Ia meminta Pemkot perlu memikirkan opsi penyerahan penanganan sampah ke pihak ketiga. “ Soal sampah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena Mataram merupakan daerah wisata  terlebih beberapa acara nasional dipusatkan di sini seperti MTQ, Hari Anak Nasional (HAN) dan lain-lain,” tambahnya.

Kalau penanganan berlarut-larut, maka ini akan berpengaruh terhadap pencitraan sesuai dengan yang digaungkan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh.

Di sejumlah titik di jalan protokol, terdapat tumpukan sampah dan terlambat diangkut.(dir)