Pencairan BOP PAUD Terancam Hangus

Puluhan guru PAUD menuntut pencairan BOP segera dilakukan Pemkab Lotim. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG  -Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan program pemerintah yang dialokasikan dalam APBN dalam membantu penyediaan pendanaan biaya operasional pembelajaran.

Berdasarkan surat Dirjen Dikdas dan Dikmen No. 1506/C/BP/2021 mengimbau seluruh Dinas Pendidikan kabupaten dan kota melakukan pendampingan kepada satuan pendidikan dalam pelaksanaan dan percepatan pemutakhiran untuk segera melakukan sinkronisasi data pada aplikasi Dapodik selambat-lambatnya 28 Februari 2021. Sementara itu di Lombok Timur, puluhan lembaga PAUD mengeluhkan lambannya proses administrasi pencairan BOP dari pihak Dikbud Lotim.

Salah seorang Kepala PAUD Haerul mempertanyakan 21 kecamatan yang ada lembaga PAUD di Lombok Timur, namun hanya 14 kecamatan yang sudah dicairkan dana BOP. Sementara 7 kecamatan, seperti Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak, Jerowaru, Terara dan Montong Gading belum bisa dicairkan.

BACA JUGA :  Antisipasi Corona Varian Baru, Pelaku Perjalanan Luar Daerah Diawasi Ketat

“Jelas ini mengundang tanya dari kami sebagai kepala lembaga PAUD. Karena biasanya pencairan BOP ini secara kolektif, sedangkan kami sudah menyerahkan berkas secara kolektif,” katam Haerul.

Menurut dia, dalam pencairan BOP, sebagian kepala lembaga PAUD mengakui jika proses pencairan BOP tidak semudah ketika ditangai oleh bidang itu sendiri, yaitu bidang PAUD dan PNF. Oleh karena itu, Dia  berharap Dikbud Lombok Timur tidak mempersulit mereka dalam pencairan BOP, mengingat batas pencairannya sampai bulan ini.

Jika BOP PAUD ini tidak dicairkan dalam jangka dua pekan pada bulan Juli ini, maka akan diblokir oleh Kemendikbud RI dan otomatis menjadi Silpa.

BACA JUGA :  Dewan Dorong Pemkab Bangun Rumah Sakit di Masbagik

“Hal tersebut akan merugikan 7 kecamatan karena DAK BOP PAUD tersebut akan hangus,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikbud Lotim As’ad selaku Ketua Tim BOP PAUD menerangkan proses secara admistrasi pencairan BOP di 7 kecamatan sudah diselesaikan dan sudah dikirim ke BPKAD.

“Ini tinggal menunggu proses SP2D di BPKAD. Hari ini pejabat yang akan tanda tangan di SP2D sedang sakit. Mudah-mudahan sehari dua hari ini bisa masuk. Insyaallah akan selesai dalam waktu dekat.” kata dia.

As’ad memastikan pencairan BOP PAUD tahap pertama tahun 2021 ini tidak akan terlewati dan tidak akan hangus.

“Pencairan BOP 7 kecamatan PAUD ini masih dalam proses di BPKAD, karena penerbitan SPM bertahap ini terakhir minggu kemarin,”  tandasnya. (wan)