Pedagang Nipah Bakal Ditata

BAKAL DITATA : Para SKPD terkait turun mengingatkan para pedagang agar tidak mengganggu badan jalan dan para wisatawan untuk berselfi dan ambil gambar (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara bersama Dinas Satpol PP, Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian, Usaha Kecil dan Menengah (Diskoperindag) dan Kecamatan Pemenang turun melakukan sidak pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan badan jalan dan tempat selfi di obyek wisata Malaka tepatnya di pantai Nipah.

Dinas terkait ini turun untuk memberikan peringatan kepada para PKL agar tidak menggunakan lokasi tersebut, karena para pelaku wisata sangat mengeluhkan aktivitas tersebut. “Kita turun bersama dinas terkait untuk memberikan peringatan kepada para PKL yang menganggu parawisata dan pelaku wisata, karena keberadaan PKL ini sangat mengganggu,” ungkap Camat Pemenang H Achmad Dharma, Rabu (29/3).

[postingan number=3 tag=”klu”]

Pemerintah melarang para PKL agar tidak menggunakan badan jalan dan akan diberikan solusi dengan membuatkan lapak. Ia menegaskan, para PKL diperbolehkan untukmenjual, namun jangan sampai mengganggu. “Para PKL disana menumpuk, terdapat 32 PKL yang berjualan sepanjang lokasi itu. Paling tidak mengurangi, jangan sampai melumpah ruah di badan jalan,” sebutnya.

Plt Kepala Disbudpar Lombok Utara Baiq Prita Sutiati menyatakan, pihaknya mendapatkan keluhan dari para travel sehingga pihaknya turun bersama untuk mengumpulkan para PKL agar tidak mengganggu kenyamanan. “Kalau tamu berselfi atau ambil gambar merasa mengganggu, makanya kita kumpulkan memberikan arahan,” tandasnya.

Kedepan, pihaknya akan melakukan pelarangan berdagang ditempat selfi dan selanjutnya akan diamankan para Pol PP. Dari 32 PKL itu terdiri 28 PKL mutiara dan kaos, 6 PKL untuk pedagang topi dan kacamata yang berasal dari Lombok Utara dan Lombok Barat. “Rencananya kita akan relokasi. Dinas terkait akan berkumpul untuk membahasnya,” katanya.

Sementaraitu, Kabid Perdagangan Diskoperindag Lombok Utara Dende Dewi menyampaikan, pada prinsipnya para pedagang itu akan mencari tempat keramaian, karena mereka menjual souvenir. Tapi memang rencananya akan berkoordinasi dan badan jalan, yang dikhawatirkan dibangnya tenda sehingga pedagang lain akan ikut. “Untuk solusinya, kita akan rapat koordinasi dengan dinas terkait,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid