Pedagang Pasar Praya Bakal Direlokasi

PRAYA-Puluhan pedagang di belakang kompleks pertokoan Kota Praya, bakal direlokasi.

Alasannya, Pemkab Lombok Tengah ingin menjadikan bekas pasar Praya ini menjadi pasar kuliner. Pemerintah Kelurahan Praya dan Kecamatan Praya sendiri mengaku, sudah melakukan beberapa kali sosialisasi kepada pedagang. Termasuk kemarin, para pedagang di bekas pasar Praya itu sudah diberitahukan. Bahwa mereka diminta untuk segera pindah. ‘’Sejauh ini tidak ada protes dari pedagang, karena mereka sadar bahwa mereka menyalahi aturan,’’ ungkap Camat Praya, H Ridwan Makruf saat ditemui bersama Lurah Praya, Maskur usai melakukan sosialisasi, kemarin (15/7).

Dijelaskan Ridwan, pasar Praya ini awalnya bukan pasar. Tapi, para pedagang iniah yang membuat lapak sendiri selama bertahun-tahun lamanya. Namun, ketika ada program pembangunan pemerintah di tempat itu. Maka, mau tidak mau mereka harus pindah.

Hanya saja, para pedagang ini mengajukan beberapa persyaratan ketika akan dipindah. Yakni mereka meminta tempar khusus berjualan untuk menyambung usaha dan penghasilan hidup mereka. ‘’Kita sudah menyiapkan tempat mereka pindah nantinya. Karena sosialisasi kita tidak serta meminta mereka pindah, melainkan kita berikan kesempatan untuk pindah sendiri,’’ tambahnya.

BACA JUGA :  Awal Musim, Pedagang Manggis Panen Untung

Untuk sementara ini, sambung Ridwan, ada dua alternatif tempat mereka pindah berjualan. Yaitu pasar Karang Bulayak Kelurahan Tiwu Galih dan pasar Renteng Kelurahan Renteng. Pihaknya dalam hal ini akan segera berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag). Karena masalah ini merupakan ranah Diskoperindag. ‘’Kita hanya berkoordinasi sore ini (kemarin, Red). Jika apa yang mereka minta ini dikabulkan, maka minggu-minggu ini mereka bisa membuka jualan di dua pasar itu,” tandasnya.

Ditambahkan Lurah Praya, Maskur, sedari awal pihaknya sudah mensosialisasikan masalah pemindahan ini. Para pedagang setempat sempat meminta dipindahkan ke pasar buah Karang Bulayak. Hanya saja, pihaknya tidak menyanggupi karena tempat itu khusus bagi penjual buah. ‘’Alternatifnya, ya antara pasar Renteng dan Karang Bulayak,’’ timpal Maskur. (cr-ap)