NTB Bidik Peluang Ekspor Negara Tujuan Arab Saudi

EKSPOR
PRODUK UMKM : Salah satu produk UMKM olahan pangan ayam taliwang tengah dilihat salah satu pembeli.

MATARAM – Pemerintah pusat memperluas akses pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk pasar ekspor ke sejumlah negara. Salah satunya adalah ke negara Arab Saudi sebegai tujuan ekspor produk UMKM, untuk pemenuhan kebutuhan jamaah haji dan umrah tahun 2021 ini. Produk NTB berpontensi untuk bisa melakukan ekspor tersebut dengan beberapa produk pangan olahan.

Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengakui jika produk NTB sejauh ini belum ada yang melakukan ekspor dengan negara tujuan Arab Saudi. Namun diharapkan tahun 2021 ini bisa masuk kesana, terlebih Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mendorong produk makanan packaging lokal bisa mengambil peran terutama di jamaah-jamaah umrah.

“Memang kita perlu membuka jalur ekspor ke Arab Saudi. Mudahan kondisi kita membaik di masa pandemic Covid-19, sehingga bisa mengakses pasar ke Timur Tengah, Arab Saudi,” kata Baiq Nelly Yuniarti, Senin (18/1).

Baiq Nelly menyebut, sejumlah produk NTB yang berpotensi bisa menembus pasar ekspor ke Arab Saudi, seperti sambal cengeh, sambal pelalah yang sudah dikemas cantik. Begitu juga dengan packaging ayam taliwang yang bisa dibawa dan beberapa olahan makanan lain yang saat ini tengah dipersiapkan.

“Kami mempersiapkan jalur ini, UMKM-UMKM juga mulai berpikir apa lagi. Misalnya di Bima ada potensi bawang goreng, tapi belum ada packaging yang menarik, bagus dan layak ekspor ini kita dalam proses semua. Tapi yang sudah ada ini bisa membuka pintu ekspor dulu,”  terangnya.

Diakui Baiq Nelly potensi produk lokal NTB sangat besar untuk menyasar pasar ekspor. Hanya saja langkahnya agak tersendat sekarang ini, karena kondisi pandemi Covid-19, sehingga saat ini arahannya ke luar, tetapi luar daerah atau pulau seberang di Bali, Jawa Barat, Jawa Timur dan daerah lainnya.

“Perdagangan antar pulau ini pun tidak mudah. Makanya ada NTB Mall dalam rangka memperkenalkan produk lokal UMKM NTB,” ujarnay.

Sementara itu, eskpor yang masih dilakukan, yakni ke Amerika Serikat, yaitu kerajinan buah kering, kerajinan kayu dan vanili. Malaysia ada lobster dan ikan segar, Cina ada rumput laut, batu apung, bubuk ikan dan mutiara. Prancis ada rambutan, manggis, buah naga, kemudian Korea Selatan ada kopi, Australia mutiara dan vco, Filipina jagung, Jerman kerajinan buah kering dan rotan, Uni Eropa kerajinan alang-alang, Thailand kerang segar, Hongkong mutiara dan kopi.

“Kita ada juga yang  ke Jepang untuk gula merah sebagai perkenalan, karena jumlahnya masih kecil. Tapi kita ada ekspor ke sana, begitu juga ke negara  Norwegia, Belanda, Dubai, India,” imbuhnya. (dev)

BACA JUGA :  Delapan Komoditi NTB Tetap Eksis Ekspor