Nasrudin Segera Rombak Kemenag NTB

H Nasrudin
H Nasrudin (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pejabat Kantor  Wilayah (Kanwil)  Kementerian Agama (Kemenag) NTB bakal dirombak.

Kepala Kanwil Kemenag NTB H Nasrudin yang baru dilantik  akan segera melakukan perombakan internal. Penyegaran yang akan dilakukan, sebagai bukti dirinya ingin memperbaiki tatanan yang ada di dalam Kemenag NTB. “Akuntabilitas internal kita perbaiki, sebelum lebaran dan setelah lebaran kita lakukan perombakan,” ungkapnya saat bertemu Radar Lombok, Rabu malam (14/6).

Menurut mantan Kepala Kantor Kemenag Lombok Timur ini, citra Kanwil   Kemenag NTB harus dirubah lebih baik lagi. Terlalu sering masyarakat mengeluhkan kinerja para pejabat yang ada di Kemenag NTB. “Tidak boleh lagi kita dengar ada pungli di KUA, mari kita sama-sama memperbaiki institusi ini,” ucapnya.

Salah satu misi Nasrudin mengikuti seleksi terbuka memang ingin mewujudkan pengelolaan akuntabilitas internal. Hal itu bisa tercapai apabila para pejabat ditempatkan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Terkait adanya isu miring yang menyerang dirinya, Nasrudin menilai hanya ujian saja. Kinerja dan komitmen akan menjawab semuanya. “Saya sih senyum-senyum saja, dianggap saya terpilih karena menyogok atau gunakan kekuatan politik. Dianggap saya juga tidak bisa ngaji, itu malah lucu saya dengar,” kata Nasrudin.

Dijelaskan, proses rekrutmen eselon II yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menggunakan sistem lelang jabatan. Sistem yang membolehkan semua pihak untuk ikut serta tanpa pandang bulu. Semua prosesnya telah sesuai undang-undang yang berlaku.

Terpilihnya Nasrudin menjadi Kepala Kanwil  Kemenag NTB, dimulai dari mendaftar secara online tanpa tatap muka dengan siapapun. “Alhamdulillah kami lulus secara administrasi, kami dipanggil untuk tes kompetensi di UIN Jogja oleh panitia seleksi,” tuturnya.

Lalu  proses wawancara juga dilakukan di Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kemenpan-RB dan juga Sekjen Kementerian Agama. “Jadi bukan hanya instansi Kemenag saja yang tes kami tapi lainnya juga. Tesnya pun di ruang steril. Kami tidak kenal orang yang tes kami itu,” ungkapnya.

Ditegaskan, segala proses rekrutmen sebagai Kepala Kanwil Kemenag NTB sudah dijalani sesuai dengan prosedur. Nasrudin menilai, adanya tudingan politik uang sangat tidak beralasan. “Saya di tiga besar itu benar-benar takdir Allah semata. Tidak ada rekayasa ini dan itu,” ujarnya.

Terkait dengan kasus dugaan penyalahagunaan wewenang, Nasrudin menilai itu tanggungajwab morilnya   ketika menjadi pimpinan Kantor  Kemenag Lombok Timur. Meskipun yang melakukan kesalahan adalah anak buah, namun dirinya selaku pimpinan tentu disebut-sebut.  Kasus tersebut, lanjutnya, sebenarnya telah tuntas. Uang juga telah disetor ke kas negara sebesar Rp 478.768.000.  “Itu sudah selesai oleh Kasubag saya waktu itu. Dan saya tidak terlibat apa apa. Tapi kok sekarang malah ada yang ungkit-ungkit lagi. Kan masalahnya juga sudah selesi,” ucapnya.

Meski dirundung berbagai isu miring, Nasrudin mengaku tidak terpengaruh. Dirinya akan fokus membenahi Kemenag NTB dari berbagai asfek. “Lebih baik kita fokus kedepan, saya juga ingin mengunjungi Ahmadiyah. Mungkin mereka bisa sadar. Saya juga ingin lihat asrama haji,” tutupnya. (zwr)

BACA JUGA :  BUMN Salurkan Rp 11,3 Miliar Dana Sosial di NTB