Naikkan Harga Memanfaatkan Bencana, Dinas Ancam Cabut Izin Pedagang Nakal

Ilustrasi Harga Naik
Ilustrasi Harga Naik

GIRI MENANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Lombok Barat berjanji memberikan tindakan tegas kepada para pedagang nakal yang sengaja menaikkan harga kebutuhan pengungsi memanfaatkan kondisi bencana saat ini. Sebagaimana diketahui, banyak warga yang mengeluhkan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok yang akan disumbangkan ke para korban gempa. Diantara yang mengalami kenaikan harga adalah selimut, terpal, air kemasan, mie instan dan lain-lain.

BACA: Masyarakat Keluhkan Kenaikan Harga Terpal dan Air Mineral

Dinas mengklaim telah melakukan langkah antisipasi pasca gempa terjadi. Disprindag langsung mengumpulkan semua pedagang dan distributor yang ada di Lombok Barat. Distributor diwarning tidak menaikkan harga sembako dan kebutuhan lainnya memanfaatkan tingginya kebutuhan untuk sumbangan ke korban. Dinas bahkan mengancam akan mencabut izin mereka jika ketahuan bermain harga.” Kalau ada ditemukan menaikkan harga, akan kita evaluasi izinnya bahkan akan kita cabut,” tegas Kepala Dinas Perindag Lobar Agus Gunawan saat ditemui kemarin.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi harga sembako di Lobar masih normal. Bahkan dalam pertemuan beberapa waktu lalu disepakati terjaminnya kestabilan harga untuk kebutuhan pengungsi seperti air mineral, mie instan, pampers dan kebutuhan lainnya. Barang-barang ini diminta dijual dengan harga distributor.”Kita minta agar dijual dengan harga distributor,” tegasnya.

Pihak Disperindag juga meminta ritel modern tetap beroperasi selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk bisa memenuhi permintaan para pembeli yang akan memberikan bantuan kepada para korban. “Kami juga meminta toko modern untuk buka selama 24 jam,” tegasnya.

Untuk kenaikan harga yang ada di kawasan Gunung Sari dan Batu Layar, Agus mengakui kenaikan harga di dua wilayah tersebut dianggap wajar karena daerah tersebut adalah daerah yang terdampak, karena tidak semua pedagang yang membuka usaha sehingga ketersediaan barang menjadi terbatas. Akibatnya harga barang naik.”Kalau di daerah Gunung Sari dan sekitarnya, karena mereka daerah terdampak,” ungkapnya.

BACA JUGA: Cerita Pilu Dari Korban Gempa, Ibu Meregang Nyawa demi Selamatkan Anak

Sementara itu untuk harga beberapa item seperti harga ayam dan daging, memang terjadi kenaikan. Tetapi kenaikan harga tersebut disebabkan oleh tidak semua pedagang yang berjualan. Banyak pedagang yang menjadi korban gempa. Ini yang menyebabkan stok di pasar terbatas. Ditambah lagi beberapa pasar tradisional mengalami kerusakan seperti pasar Gunung Sari. Ini yang mempengaruhi harga.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut