MTQ XXVII Tingkat Kecamatan Pratim Ditutup

BERIKAN HADIAH: Sekda HM Nursiah didampingi Camat dan Kapolsek Praya Timur memberikan hadiah kepada peserta pada puncak malam penutupan, Sabtu malam lalu (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Musabaqah tilawatil quran (MTQ) Kecamatan Praya Timur XXVII ditutup Sekda Lombok Tengah, HM Nursiah, Sabtu malam (18/3).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kemenag Lombok Tengah, HM Nasri Anggara, Kapolsek Praya Timur IPDA D Sutrisno, kepala desa dan kepala dusun se Kecamatan Praya Timur serta tamu undangan lainnya. Camat Praya Timur, H Muliardi Yunus dalam sambutannya memaparkan,  terselenggaranya kegiatan ini merupakan hasil gotong royong bersama. Kegiatan MTQ tingkat kecamatan ini, sengaja dilakukan di kantor camat dengan nuansa yang lebih meriah, mengingat pelaksanaan MTQ ataupun STQ selama ini, dilaksanakan secara srimonial dan digelar secara sederhana.

Muliardi berharap, tradisi ini bisa dipertahankan. “Jika saya diberikan amanah lain oleh bupati. Saya harapkan perayaan MTQ ataupun STQ ini bisa dipertahankan dan dilaksanakan di kantor camat,” harapnya.

[postingan number=3 tag=”loteng”]

Muliardi melanjutkan, peserta yang terpilih sebagai juara nantinya akan mewakili Praya Timur di tingkat kabupaten. MTQ tingkat kabupaten akan dilaksanakan di Kecamatan Batukliang, pada tanggal 21 April mendatang. Bagi yang sudah juara, pihaknya mengharapkan untuk terus berlatih dan menambah pengetahuannya. Karena nantinya di tingkat kabupaten banyak peserta pilihan sebagai lawan tanding.

Untuk mengimbanginya, tentunya dengan banyak berlatih da belajar. “Yang juara jangan terlalu bangga, perbanyak latihan dan belajar, sebab di tingkat kabupaten banyak peserta andal dari masing-masing kecamatan yang memiliki keahlian tak bisa diragukan” pesannya.

Sementara Sekda HM Nursiah menyebutkan, perayaan keagamaan di akhir zaman ini terus tergerus dengan kemajuan teknologi. Sehingga akhir-akhir ini sering kali di setiap ada lomba keagamaan, tingkat kunjungan atau partisipasi masyarakat turun drastis. “Kalau tahun-tahun lalu, setiap ada lomba, wajib semua masyarakat berbondong-bondong untuk menonton. Namun sekarang tradisi itu sudah mulai terkikis,” sebutnya.

Perayaan MTQ yang dilaksanakan oleh Camat Praya Timur, pihaknya menilai ini langkah yang tepat untuk kembali menggugah hati masyarakat untuk membumikan Alquran. Sebab dirinya selaku mantan camat di Praya Timur, tidak pernah melaksanakan MTQ semeriah ini di halaman kantor camat. “Kalau dulu semasih saya jadi camat, kita hanya melakukan lomba di Masjid Hidayaturrahman Mujur, dan kita gabungkan dengan remaja masjid,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya juga tidak menginginkan dengan kemajuan teknologi ini berdampak negatif terhadap melorotnya animo masyarakat memeriahkan MTQ ini. Kemajuan teknologi kalau diambil dari sisi positifnya juga tidak kalah baiknya. Sebab banyak di media pembelajaran keagamaan, mulai dari tata cara baca Alquran, tuntutan salat dan yang lainnya. Namun selama ini masyarakat lebih banyak menonton film dari pada belajar melalui elektronik. “Sisi positif juga sangat banyak, namun sering kali kemajuan ini tidak kita manfaatkan,” ujarnya.

Untuk para juara, harap Nursiah, apa yang terkandung dalam nilai-nilai Alquran bisa ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Tantangan hidup sangat berat. Tapi dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran, insya Allah akan bisa dibendung,’’ pesannya. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid