MOS Tidak Boleh Ada Kekerasan

MATARAM—Massa Orientasi Siswa (MOS) baru di kalangan siswa-siswi SD, SMP, SMA/SMK dilarang menggunakan kekerasan. Semua kepala sekolah diminta untuk mengawasi serta melakukan pembinaan pada panitia MOS pada Senin mendatang (18/7).

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H Isin mengatakan, semua kepala sekolah diimbau melakukan pengawalan. MOS tidak sepenuhnya diserahkan ke panitia seperti penmgurus OSIS. ‘’Tapi guru juga memiliki kesempatan, tidak boleh ada unsur kekerasan, harus berkarakter dan mendidik,’’ katanya, Jumat kemarin (15/7).

Isin telah mengimbau semua, kepala sekolah (Kasek) tetap melakukan pengawasan. PIhakny ajuga meminta agar kalangan sekolah tidak berprilaku aneh-aneh seperti tahun sebelumnya.

Penyelenggara sekolah bertanggung jawab atas pelaksanaan MOS. Pelaksanaan MOS tidak boleh diserahkan kepada kakak kelas. "Kasek akan diberi sanksi  sekolah yang melanggar peraturan MOS, termasuk di sekolah yang masih ada perploncoan pada MOS, perploncoan tidak boleh terjadi termasuk pada rekrutmen dan latihan pleton inti,"  pungkasnya.

BACA JUGA :  Kekerasan Perempuan dan Anak 538 Kasus

Terpisah, Kepala SMKN 4 Mataram, H Zumri mengatakan, sekolah telah membentuk panita MOS. Dalam gawe itu nanti tidak semua diserahkan ke kakak kelasnya. Namun, sekolah menyerahkan sepenuhnya ke guru masing-masing jurusan yang  bertangung jawab. ‘’Bahkan ada permainan yang, khusus untuk menarik siswa untuk belajar di SMK,’’ katanya.

Pada MOS  tahun ini diharuskan betul-betul mendidik. Tidak ada bentuk perploncoan atau unsur balas dendam oleh kakak kelasnya. ‘’Kita sudah larang kakak kelas,  harus inovatif dan tidak ada unsur kekerasan,’’ pungkasnya. (dir)