Menikmati Sunrise di Pantai Labuan Haji, Dermaga Menjadi Spot Terbaik

Menikmati Sunrise di Pantai Labuan Haji
EKSOTIS : Menikmati sunrise di pantai Labuan Haji, paling indah dari dalam dermaga agar bisa merasakan sensasi dan eksotisnya. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

Pantai Labuan Haji di Kabupaten Lombok Timur, tidak lekang oleh waktu. Meski banyak pantai-pantai yang lebih eksotis, namun tetap saja ramai dikunjungi warga.


AZWAR ZAMHURI – LOMBOK TIMUR


Jarum jam baru menunjukkan pukul 05.20 Wita kala Radar Lombok sampai di pantai Labuan Haji. Ratusan orang telah berlalu-lalang di pesisir pantai tersebut. Ada yang berjalan kaki bersama keluarga dan banyak pula mengendarai sepeda motor.

Hari masih terlihat gelap. Sang surya masih didahului sang fajar. Namun para pedagang sudah banyak menjajakan barangnya, warung-warung sudah mulai dibuka. Hari Minggu, memang pengunjung pantai tersebut lebih ramai.

Bagi pengunjung yang tidak sempat sarapan, jajanan warung di pagi buta bisa untuk mengganjal perut keroncongan. Apalagi, warung-warung tersebut berada persis di pinggir jalan pantai. Semakin lama, beraneka ragam jualan bermunculan disana.

BACA JUGA :  Berkunjung ke “Kampung Halal” Karang Jangkong Mataram

Orang-orang juga semakin ramai berdatangan ketika momentum sunrise (matahari terbit – red) akan segera tiba. Semua sibuk sendiri mencari spot yang dianggap paling ideal. Banyak yang berjejer di sepanjang pinggir pantai.

Berbeda halnya dengan anak-anak muda. Terlihat jelas, mayoritas dari mereka lebih memilih untuk masuk ke bangunan dermaga Labuan Haji. Bangunan yang luas dan panjang tersebut, membuat ratusan muda-mudi tetap merasakan ketenangan dan kedamaian.

Di dalam dermaga tersebut, tidak sedikit para pengunjung membawa motornya hingga ke tengah laut melintasi badan dermaga. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan diri dalam menikmati sensasi sunrise disana. “Saya dari kecamatan Pringgasela, sengaja masuk ke dalam dermaga biar bisa puas lihat matahari terbit. Karena kalau lewat sini benar-benar terasa indahnya,” ucap Munawar yang datang bersama istri dan bayinya.

Tanda-tanda matahari akan muncul segera tiba. Pandangan seluruh pengunjung tertuju pada laut lepas yang luas. Di dalam dermaga, semilir angin terasa begitu segar. Udaranya sejuk menenteramkan suasana. Situasi tersebut, disempurnakan oleh suara-suara deburan ombak yang syahdu.

Secara perlahan-lahan, mentari yang ditunggu mulai menyembul di cakrawala laut sedikit demi sedikit. Pengunjung yang sudah mulai tersihir secara spontan beramai-ramai ingin mengabadikan momentum tersebut dengan ber-selfie ria.

Detik demi detik yang terlewati begitu terasa indahnya menikmati matahari terbit dari dermaga. Sinar matahari sudah mulai mengusir gelapnya pagi. “Coba lihat itu, sebentar lagi matahari akan terlihat sempurna,” ujar Zakiah, pengunjung lainnya.

BACA JUGA :  Mengenal Musanif Pemuda Pelopor Pariwisata

Awan di langit saat itu terlukis indah. Terutama yang menaungi matahari terbit dari arah pulau Sumbawa. “Indah sekali panoramanya, ini yang buat saya tidak pernah bosan lihat sunrise disini. Indah sekali kelihatannya, apalagi dari dermaga ini kita lihat. Terasa banget deh sensasinya,” tutur Zakiah.

Proses kemunculan matahari hingga bulat sempurna dan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan tak berlangsung lama. Itu pula yang membuat pengunjung merasa ketagihan menikmati suasana sunrise. “Ini ketiga kalinya saya datang, kalau suntuk datang aja kesini setelah subuh. Dijamin bisa segarkan pikiran,” ucap Wawan, pengunjung asal Sakra.

Setelah matahari terbit dan mulai menyilaukan mata, pengunjung bisa menggeser pusat perhatiannya ke laut lepas. Di dalam dermaga, hewan-hewan laut juga dengan mudah terlihat. Kejernihan pantainya bisa membuat betah.

Pantai Labuan Haji, memang lebih indah dinikmati dari dalam dermaga. Apalagi jika di pinggir, airnya tidak begitu jernih akibat sampah-sampah yang banyak bertebaran. Berbeda halnya di tengah laut, air jernih dan deburan ombak kecil sangat eksotis bila pengunjung berada di atas dermaga.

Apabila perut sudah keroncongan, di luar dermaga bisa dipilih ingin sarapan jenis apapun. Pengunjung bisa menikmati jajanan yang ada sambil melihat laut lepas dari pinggir pantai. “Kalau saya kesini lihat sunrise, pasti masuk ke dermaga. Harga karcisnya juga kan cuma Rp 2 ribu, murah banget,” imbuh Wawan.

Menurut Wawan, salah satu penyebab banyaknya masyarakat Lombok Timur dari berbagai wilayah tetap meramaikan pantai Labuan Haji, karena aksesnya yang dekat. Infrastruktur jalan juga bagus. “Dari Sakra tidak lama saya sampai sini. Tinggal belok kanan di Selong, saya lurus saja tidak belok-belok sudah langsung sampai pintu dermaga Labuan Haji,” terang Wawan.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid