Mengenal Rina Selviana, Atlet Tarung Derajat NTB yang Berprestasi di POMNAS

Berlatih di Sela-sela Cari Rumput, Kini Patok Target Emas di PON

Atlet Tarung Derajat NTB yang Berprestasi di POMNAS
BERPRESTASI: Rina Selviana saat menjawab pertanyaan wartawan soal perjalanan karirnya di olahraga tarung derajat. (Abdi Zaelani/Radar Lombok)

Rina Selviana menjadi andalan NTB di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Makasar, Sulawesi Selatan beberapa hari lalu. Dia berhasil meraih medali emas.


ABDI ZAELANI- MATARAM


Menjadi atlet tarung derajat tidak lepas dari perjalanan hidup Rina Selviana yang penuh liku-liku. Pahit getir kehidupan ini sudah dirasakan sebelum ia menekuni ilmu bela diri. Ia harus banting tulang untuk membantu orangtuanya yang sehari-hari sebagai peternak.

Di sela-sela kesibukan bersekolah, Rina membantu orangtuanya mencari rumput untuk pakan ternaknya.  Aktivitasnya ini bukan tanpa tantangan. Dia kerap dicemooh teman-teman  sekampungnya.  Namun dia tidak pernah minder. Dia justru semakin termotivasi membantu orangtuanya.

Baru tahun 2012, dia memutuskan ikut olahraga bela diri ini. Itupun atas saran orangtuanya. Dengan menjadi atlet, diharapkan Rina bisa membantu perekonomian keluarganya. ”Orangtua yang minta,  biar ada perubahan untuk memperbaiki nasib di keluaraga,’’ cerita  dara  kelahiran 31 Desember 1993 di Dusun Bagek Kedok Daya Desa Apitaik Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur ini.

BACA JUGA :  Mengenal Achintya Nilsen, Miss Indonesia 2017

Sepulang sekolah dan sehabis mencari rumput, Rina berlatih bersama teman-temannya di  Satuan Latihan (Satlat) Pringgabaya dan ditangani langsung oleh  Aziz sang pelatih.  Setelah Aziz pindah ke Bali, lokasi latihannya di pindah ke kantor camat Pringgabaya.‘’ Namun kita tidak dikasi latihan di kantor camat Pringgabaya dan pindah kita latihan di SMPN 1 Pringgabaya. Begitu juga di SMPN 1 Pringgabaya kita tidak diizinkan latihan  disana,”  urainya.

Ketekunan berlatih akhirnya membuahkan hasil.  Buah hati pasangan Surilah dan Jubaidah ikut  kejuaraan daerah (Kejurda) tingkat pemula tahun 2012 di Lombok Timur. Ia berhasil mempersembahkan medali emas. ‘’ Alhamdullah meskipun hanya 4 bulan latihan namun sudah berhasil dapat medali emas tahun 2012,’’ ucapnya.

Di tahun yang sama, Rina ikut kejuaraan lagi. Dia juga berhasil meraih emas.  Rina pun terpilih mewakili Lombok Timur pada Pekan Olaharag Provinsi (PORPROV) 2014 lalu. Rina kembali unjuk prestasi dengan meraih medali emas. Atas prestasinya ini, ia dilirik oleh Komite olahraga nasional indensia (KONI) NTB masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk ikut Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016 di Jawa Barat. Di PON dia meraih medali perak. Selanjutnya di POMNAS yang berlangsung di Makasar, Sulawesi Selatan beberapa hari lalu, dia berhasil raih medali emas.

Bagi Rina, dukungan orangtuanya sangat besar dalam menekuni olahraga bela diri ini. Orangtuanya selalu memberikannya motivasi agar terus berjuang dan tidak mudah patah semangat.

‘’Alhamdulillah saya berhasil raih medali perak di PON 2016 lalu,’’ ungkap mahasiswi IKIP Mataram ini.

Rina mengaku ingin membahagiakan orangtua dan saudara-saudaranya. Dengan kondisi ekonomi pas-pasan, orangtuanya punya keinginan besar agar Rina kuliah dan meraih gelar sarjana. Karena itu, hadiah yang diperoleh atas prestasi yang ditorehkannya itu diperuntukkan  bagi keluarganya. ‘’ Saya mempunyai 6 saudara dan saya paling tarkhir. Ada kakak saya juga (jadi TKI) di Malaysia,’’ ucapnya sambil berurai air mata.

BACA JUGA :  Mengenal Eri Sahabudin, Pemuda Desa Tempuh S2 University Of Tsukuba Jepang

Setelah meraih banyak prestasi, Rina kini masuk Pelatda Mayung sejak November 2017 lalu sebagai persiapan mengikut PON di Riau tahun 2020 mendatang.  Dia mematok target bisa meraih medali emas.‘’ Saya berterimaksih kepada semua pelatih yang telah membimbingku, ketua KONI NTB, para pencinta olahraga semoga kedepan semakin giat lagi untuk mengangkat nama NTB,’’ katanya.(*)