Mengenal Nalita Widia Umari, Juara I Lomba Tausiah Saat MTQ Polda NTB

Sampaikan Tema Nasionalisme, Bercita-cita Kuliah di Mesir

Nalita Widia Umari, Juara I Lomba Tausiah Saat MTQ Polda NTB
TAUSIAH : Nalita Widia Umari, santri Kelas XI MA Nurul Hakim Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri saat menjadi pentausiah di hadapan Kapolda NTB, Brigjen Firli dan Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid serta 500 peserta lainnya di Aula Kantor Bupati Lobar, Senin (18/12).( ZUL/RADARLOMBOK)

Nalita Widia Umari, santri Kelas XI MA Nurul Hakim Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, didaulat menjadi penceramah di sela-sela acara silaturahmi kebangsaan Kapolda NTB, Brigjen Firli, di aula kantor Bupati Lobar, Senin (18/12). Penampilannya pun sangat memukau, bahkan mendapat apresiasi dari Kapolda NTB.


ZULKIFLI-GIRI MENANG


Dengan percaya diri Nalita menuju mimbar setelah MC memintanya menyampaikan ceramah (tausiah) dalam kapasitasnya sebagai Juara I Lomba Tausiah pada MTQ Polda NTB yang dilaksanakan November lalu. Nalita membuat hadirin yang sebagian besar laki-laki itu kaget. Hadir juga disini sejumlah tokoh agama, diantaranya TGH. Safwan yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri, dan TGH. Taisir yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Assahwah Bile Tepung Kecamatan Gerung.

Nalita bertausiah dengan lantang, intonasinya sangat baik meski tidak menggunakan teks. Kalimat-kalimatnya mengalir dengan lugas karena ia memang menguasai materi yang berjudul “Nasionalisme” itu. Tepuk tangan hadirin menggema saat ia menyelesaikan pidatonya selama kurang lebih 8 menit itu. Tampak bertepuk tangan Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli, Kapolres Lobar AKBP Hery Wahyudi, Kapolres Mataram AKBP Muhammad, para perwira TNI/Polri, kepala SKPD dan hadirin yang lain.

Saat menyampaikan pidatonya, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli meminta Nalita maju ke atas panggung. Ia langsung memberikan apresiasi kepada santri asal Desa Rancak Praya Kabupaten Lombok Tengah ini. Tak lupa ia memberikan motivasi dan hadiah uang.

BACA JUGA :  Dari Ajakan Berfoto Hingga Borong Dagangan

Disampaikannya, remaja atau anak muda harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan sumber dayanya. Oleh karenanya beberapa waktu lalu juga Polda NTB mengadakan MTQ. Terhadap Nalita sendiri, Firli mendoakannya suatu saat bisa jadi Bupati. “Jadi Nanti dek Nalita suatu saat bisa jadi Bupati lo, asal dipelihara, energi dipelihara, capaian tetap dipelihara, suatu saat akan mungkin. Saya yakin pak Fauzan tidak terus-terusan akan jadi Bupati. Masa seumur hidup jadi bupati, karena batasan dua periode,” ungkapnya berkelakar.

Nalita yang ditemui usai acara mengaku suka dengan public speaking atau berbicara di depan umum. Dirinya kerap meraih juara I pidato. Dirinya bisa berpidato dalam berbagai bahasa seperti Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab. Bahkan pada Agustus 2017 lalu sempat sampai nasional dalam Lomba Pidato pada Ajang Kompetensi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) yang diselenggarakan Kementerian Agama RI Agustus 2017. “Tetapi kemarin itu di nasional tidak dapat juara,” terang remaja 17 tahun ini.

Pidato di depan banyak tokoh kemarin diakui Nalita membuatnya tegang. Tetapi ia berusaha tidak mengecewakan. Adapun bahan tausiah yang disampaikan itu berdasarkan arahan gurunya. “Tetapi ada juga tadi yang keluar tiba-tiba, tergantung situasi,” ungkapnya.

Ia bercita-cita melanjutkan studi di Universitas Al-Azahar Kairo Mesir.(*)