Mengenal Musanif Pemuda Pelopor Pariwisata

Mengenal Musanif Pemuda Pelopor Pariwisata
PRESTASI: Musanif (tengah,red) berpakai adat Sasak diapit pelajar asing berkunjung ke Desa Tetebatu belum lama ini. (Ahmad Yani/Radar Lombok)

Kesan pertama terlintas kala bertemu pemuda pria 28 tahun tersebut yakni, sederhana, ramah, supel dan murah tersenyum. Namun siapa sangka, dibalik kesederhananya itu, justru  memiliki prestasi cukup membanggakan.


Ahmad Yani — Lombok Timur


Tidak ada istilah menyerah dan berpangku tangan. Itu lah selalu menjadi prinsip hidup bagi alumni STKIP Hamzanwadi Selong tersebut. Sesulit dan sesukar apapun kendala dan hambatan yang  dihadapi, tidak mudah membuat berputus asa. Alhasil, kerja keras dan sikap pantang menyerah yang dimiliki sudah membuahkan hasil membanggakan. ” Tidak ada hasil mengkhianati usaha,” kata Musanif kepada Radar Lombok belum lama ini.

Musanif lahir di Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Lombok Timur. Namun, ia cukup lama tinggal di Desa Tetebatu. Praktis, kehidupan Musanip dari beranjak remaja hingga dewasa sangat lekat dengan pariwisata.

Desa Tetebatu dan sekitarnya pada umumnya dikenal sebagai lokasi desa wisata. Dengan keindahan alam dimiliki, kawasan menjadi  destinasi wisata yang  banyak dikunjungi wisatawan baik wisatawan lokal maupun luar negeri. Di desa ini banyak penginapan  diperuntukkan bagi wisatawan.

Lahir dari  keluarga dengan ekonomi kekurangan,membuat Musanif  harus bekerja keras. Maka, sejak remaja di  memilih bekerja sebagai  tukang sapu di salah satu penginapan  di Tetebatu. Disitulah awal Musanif mulai bersentuhan dengan dunia pariwisata.” Dunia pariwisata tidak lepas dari perjalanan kehidupan saya,” tuturnya.

Usai menyelesaikan studi di STKIP  beberapa tahun lalu, Musanif pun memilih kembali bergelut dan fokus dengan dunia pariwisata. Dengan semangat pantang menyerah dan motivasi tinggi,  ia pun mulai merintis usaha wisata. Hasil kerja kerasnya selama menjadi karyawan digunakan untuk membangun penginapan sendiri.  Pria awal hanya sebagai tukang sapu ini, kini  punya penginapan sendiri dan bertindak sebagai manajer. ” Alhamdullilah, saya sudah hampir 10 tahun bekerja di sektor pariwisata dan sekarang sudah memiliki homestay sendiri,” ucapnya.

Bagi Musanif, dirinya tidak ingin hanya berpangku tangan menunggu wisatawan yang datang menginap.  Berbagai inovasi, dan kreativitas ditelurkan  pria 28 tahun tersebut untuk terus mendorong dan memajukan destinasi wisata di kawasan Tetebatu, Kembang Kuning dan sekitarnya. Misalnya aktif mempromosikan destinasi wisata setempat. Lalu membuat paket-paket kunjungan yang ditawarkan ke wisatawan. Salah satunya  menjual paket wisata traditional coffee processing yang diberi nama Kopi Siong Kete.

Dengan merangkul warga sekitarnya, ia menawarkan paket wisata itu kepada turis-turis asing dengan harga Rp 50 ribu  untuk setiap orang pengunjung. Pada saat pemerosesan kopi, pengunjung bisa langsung mencoba mengolah sendiri kopi tersebut.

Dan bila pengunjung ingin membungkus kopi itu sebagai oleh-olehnya, maka pengunjung harus menambah uang Rp 50 ribu  lagi untuk mendapatkan 250 gram bubuk Kopi Siong Kete yang diproses sendiri itu.

Inovasi dan kreasi yang  dilakoni Musanif pun cukup membuahkan hasil. Wisawatan pun cukup senang dengan konsep wisata itu. Cukup banyak wisatawan baik lokal dan luar negeri berdatangan. ” Hasil pun cukup menggembirakan,” terangnya.

Meski demikian, Musanif pun sadar bahwa salah satu penunjang peningkatan angka kunjungan wisatawan asalah promosi.  Musanif  lalu  memanfaatkan media sosial dan youtube untuk promosi. Dia merekam videonya sendiri lalu mengunggahnya ke youtube. Praktis, dengan perangkat media sosial tersebut promosi itu  bisa dilihat semua orang di berbagai penjuru dunia. ”Dulu pada akhir tahun 2014 saya mengenakan booking.com di kawasan Tetebatu.

Alhamdulillah sampai saat ini bisa dirasakan manfaatnya oleh pelaku pariwisata di kawasan Tetebatu dan sekitarnya” lukasnya.

Kiprah dan dedikasi Musanif dalam memajukan dan mengembangkan pariwisata di kawasan Tetebatu dan sekitarnya pun tak perlu diragukan lagi. Berkah kerja keras dan dedikasi yang dimilikinya, mengantarkannya masuk nominasi lima besar pemuda pelopor di bidang pariwisata. Melalui proses seleksi dan penilaian cukup ketat,  ia berhasil mengunguli rival berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Direncanakan pemenang pemuda pelopor bidang pariwisata tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI bakal diumumkan pada September mendatang.

” Saya masuk lima besar nominasi nasional pemuda pelopor di bidang pariwisata,” pungkasnya.(*)