Mayoritas SMA/MA UN Manual

UNBK
PENGECEKAN SOAL:Kabid Pendidikan Dikbud Lombok Tengah H Sumum, Ketua MKKS SMA Loteng, Kadian bersama sejumlah petugas sedang mengecek naskah soal UN sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah Sabtu lalu (8/4). (Saparudin/Radar Lombok)

MATARAM – Ujian Nasional (UN) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah (SMA/MA) serentak dimulai hari ini (10/4).

Di Provinsi NTB,  sebanyak 53.737 siswa yang  terdaftar menjadi peserta UN tahun 2017.  Kepala Bidang Pendidikan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, H Surya Bahari mengatakan, dari jumlah 53.737 siswa yang terdaftar sebagai peserta UN SMA/MA tahun 2017 ini, sebagian besar sekolah masih mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) atau UN secara manual dibandingkan dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Karena masih terkendala kesiapan infrastruktur utama dalam hal ini fasilitas komputer sekolah, maka yang melaksanakan SMA/MA masih didominasi peserta UNKP atau secara manual,” kata Surya Bahari.

Surya menyebut siswa  peserta UN untuk SMA dan MA sebanyak 50.525 siswa. Dari jumlah 50.525 siswa SMA dan MA tersebut yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 30.235 siswa yang tersebar di 260 SMA dan MA yang didominasi sekolah/madrasah negeri.

[postingan number=5 tag=”unbk”]

Untuk jumlah siswa yang melaksanakan UN secara manual atau UNKP sebanyak 20.290 siswa yang tersebar di 526 sekolah/madrasah.

Selanjutnya selain pelaksanaan UN diikuti oleh sekolah formal, terdapat juga peserta UN untuk Paket C. Sebanyak 3.142 siswa dari Paket C juga terdaftar sebagai peserta UN SMA tahun 2017 di NTB. Dari jumlah 3.142 siswa peserta UN dari Paket C, terdapat ada 509 siswa Paket C yang melaksanakan UNBK. Sementara itu jumlah peserta UN dari kalangaan SMA Luar Biasa (SMALB) di Provinsi NTB sebanyak 70 siswa yang tersebar  pelaksanaannya di 26 sekolah di Provinsi NTB.

“Untuk siswa SMALB peserta UN ini seluruhnya ikut secara manuak atau UNKP,” kata mantan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga ini.

Jika melihat data peserta UN SMA dan MA/SMALB/PAket C di Provinsi NTB tahun 2017, Surya mengatakan untuk jumlah siswa peserta UN sebagian besar menjadi peserta UNBK. Hanya saja jumlah sekolahnya lebih sedikit, karena rata-rata sekolah yang ikut UNBK di dominasi sekolah negeri ini memiliki siswa lebih banyak.

Berbeda halnya dengan jumlah peserta UNKP atau UN secara manual jumlah siswanya sebanyak 20.290, namun jumlah sekolahnya jauh lebih banyak dari yang peserta UNBK. Dimana jumlah sekolah/madrasah asal siswa yang ikut UNKP sebanyak 526  sekolah/madrasah. “Untuk peserta UNKP sebagian besar dari sekolah/madrasah swasta,” kata Surya.

Surya memastikan pelaksanaan UN SMA/MA/SMALB dan Paket C di Provinsi NTB sudah siap 100 persen baik itu pelaksanaan UNBK dan UNKP secara manual. Untuk UNBK fasilitas komputer di sekolah penyelenggara sudah siap dan steril dari kemungkinan kebocoran soal.

Begitu juga dengan pelaksanaan UNKP atau secara manual, naskah soal sudah didistribusikan oleh panitia penyelenggara UN tingkat Provinsi NTB dalam hal ini Dikbud NTB ke setiap kabupaten/kota. Dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian untuk pendistribusian naskah soal hingga ke tempat penyimpanan yakni di setiap Mapolsek. Nantinya setiap hari  sekolah penyelenggara mengambil naskah soal UN di Mapolsek yang disaksikan oleh pihak terkait lainnya dan dikawal kembali oleh kepolisian ke sekolah.

Hanya saja, untuk waktu dimulainya siswa melaksanakan UN antara yang peserta UNBK dan UNKP terdapat perbedaan. Jika siswa yang ikut UNBK dimulai pada pukul 08.00 Wita dan terdapat tiga sesi dalam sehari yang bisa sampai pukul 16.00 Wita. Sementara untuk peserta UNKP dimulai pada pukul 10.30 Wita. Dimana setiap harinya mengujikan 1 mata pelajaran, yakni hari pertama mapel Bahasa Indonesia, hari kedua Matematia, hari ketiga  Bahasa Inggris dan hari keempat mata pelajaran pilihan.

Sementara itu mengenai adanya  pengiriman naskah soal mata pelajaran pilihan yang terjadi di Ponpes Al Aziziyah tercecer hingga di Kabupaten Lombok Utara, panitia Dikbud NTB sudah mengembalikannya sesuai sekolah yang seharusnya.

“Kesiapan pelaksanaan UN sudah 100 persen. Kami berharap  UN berjalan lancar dan siswa melaksanakan dengan penuh kejujuran dan bertanggungjawab,” pungkasnya.

Guru dan siswa pun diminta untuk melaksanakan UNBK  maupun UNPK dengan jujur.

“Alhamdulillah persiapan UN SMA sesuai rencana dan jadwal. Sekolah-sekolah peserta UNSB sudah siap. Demikian juga yang UNKP, soalnya sudah sampai di rayon,” kata Kapuspendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Nizam yang dihubungi, Minggu (9/4).

Bagi sekolah penyelenggara UN, Nizam mewanti-wanti agar mengedepankan kejujuran. Jangan sampai ada guru yang membantu siswanya dengan memberikan kunci jawaban. Sebab, ada sanksi tegas bagi guru pembocor soal UN.

Dia mengaku lega karena pelaksanaan UNBK SMK berjalan lancar. Mengingat jumlah yang dilayani hampir 10 ribu sekolah. Tentu tidak bebas dari masalah dan kendala. Namun masalah-masalah yag terjadi relatif sudah diantisipasi dan bisa diatasi dengan cepat.‎ “Alhamdulillah laporan kecurangan jauh lebih kecil dari tahun lalu, apalagi yang UNBK,” ujarnya.

‎Namun lanjut Nizam, harus tetap diwaspadai, karena Mendikbud sudah menyampaikan bagi guru yang terlibat melakukan kecurangan akan diberi sanksi keras. Mulai dari penghentian tunjangan profesi, mencabut sertifikat, sampai pemecatan. “Pendidikan harus kita jauhkan dari kecurangan, integritas anak kita bangun mulai dari pendidikan. Sekolah harus menjadi zona berintegritas, bebas kecurangan‎,” pungkasnya. (luk/esy/jpnn)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid