Malimbu Bakal Dijadikan Objek Paralayang

SANGAT COCOK : Kawasan wisata Malimbu yang bakal dijadikan sebagai objek paralayang.( HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG-Kawasan wisata Malimbu Desa Malaka Kecamatan Pemenang bakal dikembangkan menjadi objek paralayang.

Saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara masih menunggu hasil kajian yang dilakukannya. “Memang benar, kita rencananya mau jadikan sebagai objek paralayang,” kata Plt Kepala Disbudpar melalui Kabid Destinasi Pariwisata, I Wayan Bratayasa, Senin (30/1).

Ia menerangkan, bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pengkajian untuk memastikan atau menilai apakah kawasan wisata Malimbu cukup representatif apabila dijadikan objek wisata untuk golongan menengah ke atas tersebut. Karena kawasan wisata Malimbu berada di atas perbukitan dengan hamparan pantai yang menakjubkan para pengunjung. “Pengkajian ini untuk melihat bagaimana mekanisme dan penataan sebelum dibangun,” terangnya.

[postingan number=3 tag=”wisata”]

Kajian ini, sambungnya, baru dilakukan sehingga pihaknya belum mengetahuinya. Apabila pengkajian sudah tuntas, baru selanjutnya akan dipaparkan lebih komprehensif di internal pemerintah daerah. Dalam melakukan pengkajian, pihaknya melibatkan pihak ketiga yang benar-benar memiliki pengalaman di bidang paralayang. “Pada tahap awal ini, Disbudpar menggelontorkan dana sebesar Rp 50 juta untuk melakukan pengkajian. Sedangkan, jika sudah keluar hasil dengan sangat bisa, maka dana pembangunan berbeda lagi,” jelasnya.

Motivasi terwujudnya objek paralayang di kawasan wisata Malimbu, menurutnya, sangat kuat ketika Disbudpar melakukan uji coba di lokasi pada tahun lalu. Pada waktu itu, kata Brata, sejumlah ahli mencoba terbang dari bukit Malimbu dan mendarat dekat pantai. “Tahun kemarin sudah ada percobaan. Nanti diatur kalau keluar kajian itu, artinya di titik mana mereka bisa terbang dan mendaratnya di pantai atau di bukit,” bebernya.

Pengembangan destinasi paralayang merupakan langkah Pemkab Lombok Utara guna mendukung tag line destinasi wisata menuju dunia. Tentu dalam prosesnya dibutuhkan koordinasi apik semua pihak termasuk masyarakat. “Launching tag line itu tidak hanya seremoni saja. Kami akan membangun destinasi wisata terlengkap di Lombok Utara, termasuk paralayang dan kebun binatang di Tanjung,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut