LPMP Minta Sekolah Favorit Ditiadakan

HM Irfan (Nasri/Radar Lombok)

MATARAM—Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB meminta agar istilah sekolah favorit ditiadakan. Istilah ini dianggap telah merugikan banyak pihak.

“Kenapa harus dihilangkan, karena kompetensi semua guru di semua sekolah nyaris semuanya merata dan sama,” ungkap Kepala LPMP NTB, HM. Irfan, Selasa (24/1).

Imbas dari istilah favorit ini, jelasnya, kerugian paling dirasakan oleh sekolah-sekolah yang selama ini tidak menyandang status tersebut. Padahal yang membedakan sekolah satu dengan yang lain adalah persoalan kelengkapan sarana dan prasarana belajarnya saja.

[postingan number=3 tag=”pendidikan”]

“Kerugian ini akan sangat besar imbasnya dirasakan terutama saat penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),” sambungnya.

Katanya, sekolah tidak perlu disbanding-bandingkan. Namun  yang harus ditingkatkan adalah kinerja dan kesungguhan setiap sekolah itu sendiri.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H Muhammad Suruji, mengatakan hal serupa. Menurutnya, sekolah, lembaga pendidikan dan sejensinya adalah wadah tempat mencari ilmu. Bukan justeru tempat membedakan peringkat dengan ada istilah sekolah favorit, sekolah model, sekolah rujukan dan sejenisnya.

Status tersebut, jelasnya, menyebabkan munculnya kesenjangan dalam dunia pendidikan. Potensi di setiap sekolah memang harus ada untuk dijadikan branding. Namun bukan berarti menggembar-gemborkan diri menjadi sekolah paling baik. (cr-rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid