Lotim Siap Cairkan Dana Hibah KONI

Hairul Warisin (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Dana hibah pembinaan olahraga untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tahun anggaran 2017, sebesar Rp 1 miliar, bakal dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim.

Wakil Bupati Lotim, Hairul Warisin mengatakan, melihat para atlit yang terus bersemangat dalam meningkatkan potensi yang dimiliki. Bahkan pada tahun 2017 ini ada beberapa pemuda yang menjadi salah satu utusan Lotim yang lolos  mengikuti seleksi Timnas U-19 di tingkat Nasional. “Mengenai dana KONI kami sudah meminta bawahan untuk membuat proposal dana hibah dari Bupati ke KONI agar bisa dicairkan,” ungkapnya, Selasa (14/3).

Disampaikan, adanya atlit asal Lotim yang lolos seleksi tingkat nasional sebagai pemain sepak bola U-19, Pemkab Lotim tentu akan mengapreasiasi, dengan memberikan gaji kepada atlit yang berhasil menjadi pemain nasional. Karena momen ini telah lama dinantikan masyarakat.

[postingan number=3 tag=”koni”]

“Kalau lolos yang dua orang ini, maka saya akan meminta kepada Bupati agar memberikan gaji, masing masing Rp 10 juta perbulan kepada pemain yang berhasil lolos sebagai pemain nasional,” janjinya.

Menurutnya, dengan memberikan gaji Rp 10 juta per bulan kepada pemain Lotim yang berhasil lolos sebagai pamain nasional di ajang sepak bola U-19, baginya tidak  masalah. Pasalnya, memiliki pemain nasional yang berasal dari daerah, tentu akan membawa kebanggaan bagi Kabupaten Lotim.

“Jadi biar kita mengeluarkan uang Rp 20 juta per bulan untuk dua orang pemain nasional, itu tidak masalah. Asalkan Lombok Timur memiliki dua orang pemain nasional yang berkiprah di lapangan hijau,” tegasnya.

Kedua orang pemain yang berhasil lolos mengikuti seleksi Timnas U-19 ini berasal dan berada di posisi yang berbeda. Seorang atlit bernama M. Yudhi Satri Azzi, asal Selong, dan saat ini berposisi sebagai pejaga gawang. Kemudian satu lagi yakni Ilham Farabi, asal Sembalun, dan berposisi sebagai Center Mildfielder (gelandang). “Jadi kalau dua orang ini lolos sebagai pemain nasional, saya akan usahakan agar Pak Bupati memberikan gaji Rp 10 juta per orang,“ ulangnya.

Berdasarkan kesepakatan antara KONI dengan PSSI, komitmen turnamen Sepak Bola akan tetap dilakukan. Hanya saja dana yang akan dikeluarkan akan berkurang. Artinya, pihaknya akan memberdayakan cabang olahraga lain yang sudah banyak diminati oleh masyarakat. ”Semua Cabor yang ada saat ini harus dibina lebih baik,” jelasnya.

Dijelaskan, anggaran yang diberikan Pemkab Lotim untuk kegiatan kepemudaan dan olahraga sebesar Rp 3,5 miliar. Dimana dari dana itu Wabup mengaku memberikan ke Dispora sebanyak Rp 2,5 miliar, sedangkan sisanya yang sebesar Rp 1 miliar diperuntukkan untuk KONI Lotim.

“Secara keseluruhan KONI diberikan Rp 3,5 miliar. Namun kami meminta ke Bapeda untuk memberikan Rp 2,5 miliar ke Dispora, dan Rp 1 miliar ke KONI,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid