Langkah PT BLT Pasok Air Tiga Gili Direspon Positif

TANJUNG-Langkah PT Berjaya Lombok Tirta (BLT) untuk memasok air ke tiga gili (Trawangan, Meno dan Air) direspon positif Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), setelah PT BLT mengekpose rencana investasinnya di Kantor Bupati KLU, Kamis (9/6).

Dalam ekpose ini sendiri hadir Sekda KLU, Suardi, Asisten II Setda KLU, Melta, Direktur PDAM Tanjung, Suhaily, Pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat, Pihak Balai Wilayah Sungai (NWS) Nusa Tenggara I serta unsur Pemerintah Desa Gili Indah. Kemudian PT BLT sendiri langsung hadir Direktur Utama, Barat Iriansyah, serta beberapa akademisi/pakar Air. Selain itu PT BLT menghadirkan Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Semuanya merespon positif dan memberi dukungan. Langah selanjutnya, kita akan membentuk tim untuk melakukan evaluasi dan pengkajian. Kita targetkan proses awal berupa pengkajian selesai dua bulan, baru dimulai pengerjaan proyek dengan perkiraan waktu delapan sampai 12 bulan,” terang Barat.

Tim ini sendiri melibatkan unsur PT BLT, Pemerintah KLU, PDAM, KPH Rinjani Barat, BWS Nusa Tenggara I dan akademisi atau pakar air. Tim akan bekerja untuk mengetahui lebih rinci volume air agar tidak mengganggu irigasi, menentukan titik pengambilan air untuk diolah, hingga kajian harga jual, pola pemasangan pipa melewati bawah laut. “Kalaupun ada yang berubah sesuai kajian awal, tentu tidak banyak. Paling penting adalah bagaimana kajian hukumnya agar BLT tidak melanggar, investor tidak rugi dan daerah juga masyarakat, untung,” tegasnya.

Wakil Bupati KLU, Sarifudin yang ditemui usai menerima PT BLT yang telah melakukan ekspose menerangkan, sejauh ini Pemerintah KLU mendukung. Karena bagaimanapun juga, semua penganggaran belum ada yang menyebut penggunaan APBD. Semua murni dari investor. “Kita welcome  dan sejauh ini kami mendukung,” terangnya.

Barat menambahkan, untuk lokasi pengambilan air sendiri saat ini masih belum ditentukan. Namun dalam ekspose kemarin disebutkan bahwa air akan diambil dari kali sidutan dengan kapasitas 100 liter per detik atau ditargetkan mencapai 200 liter per detik. Akan tetapi untuk lokasi persisnya di tengah hutan masih membutuhkan kajian. “Total investasi mencapai Rp 200 miliar lebih,” terangnya.

Kepala KPH Rinjani Barat, Madani, mengatakan, izin investasi di areal kawasan hutan telah disederhanakan oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Izin pemanfaatan sumber air kawasan konservasi cukup di KPH. “80 persen izin di kementerian sudah diserahkan ke daerah, termasui izin pengelolaan air bersih. Dalam waktu dekat izin tambang juga akan menyusul,” terangnya.

Pihak BWS yang hadir juga tidak mempersoalkan rencana pemasangan pipa air bersih 12 inch, asalkan mengiktui zonasi yang diatur. Paling memungkinkan dalam pemasangan pipa air bersih adalah mengikuti jalur kabel listrik PLN di bawah laut menuju tiga gili.

Kepala Desa Gili Indah, Taufik juga menyambut baik keinginan PT BLT ini dan diharapkan segera, karena selama ini di tiga gili kesulitan dalam memenuhi air bersih. Faktanya air yang dari PDAM khususnya yang bisa dipasok ke Gili Air juga sering macet dan dikeluhkan wisatawan. Kemudian di Gili Trawangan sendiri, banyak yang memanfaatkan sumber air tanah atau sumur bor yang tentunya illegal karena dilarang. “Saya tidak mau gili tenggelam karena penggunaan air tanah,” terangnya. (zul)

BACA JUGA :  Perbaikan Dermaga Trawangan Belum Jelas