KTP Digital Berlaku, Riwayat Masuk Hotel Bisa Terdeteksi

illustrasi

MATARAM — Pemerintah Kota Mataram segera memberlakukan kebijakan KTP digital. Saat ini tengah dilakukan sosialiasi sekaligus aktivasi aplikasi KTP digital.

Kendati warga sudah memiliki KTP digital, penggunaan E-KTP sebelumnya masih tetap berlaku. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, H Amran M Amin mengatakan, KTP digital ini untuk mempermudah. ” Sewaktu-waktu kita lupa membawa E-KTP, tentu identitas digital bisa kita gunakan,” ungkapnya.

Identitas digital yang dimuat bukan hanya soal KTP. Data kerja sama dengan pihak lainnya juga terisi lengkap, seperti data pajak, data kepegawaian dan lainnya. “Bahkan aplikasi peduli lindungi itu ada di KTP digital. Jadi nanti cukup dengan satu aplikasi ini dan akan terus dikembangkan. Informasi apa yang kita temui di sini kita sampaikan nanti ke kementerian agar ini terus berkembang,” terangnya.

Baca Juga :  Siswa Belajar di Parkiran, Komite SMPN 14 Mataram Ingatkan Pemkot

Bahkan catatan atau riwayat chek in di hotel terekam di KTP digital. Karena itu, melalui aplikasi KTP digital, bisa meminimalisir penyalahgunaan penggunaan KTP. “Iya termasuk itu karena di situ ada riwayat di menu aplikasinya. Apa yang kita lakukan menggunakan KTP terekam di sana dan sebagainya. Tapi terekamnya itu setelah aplikasi digunakan. Kalau sebelum penggunaan KTP digital ya tidak,” jelasnya.

Alur aktivasi KTP digital kata Amran, cukup gampang. Pertama dengan mengunduh aplikasi identitas kependudukan digital. Lalu mengisi data identitas diri dipandu oleh petugas dukcapil. “Nanti petugas kami yang membimbing pengisian dan lainnya. Awalnya ini harus ke kantor dukcapil. Tapi nanti arahnya bisa melalui tempat masing-masing,” katanya.

Amran mengatakan, pihaknya berupaya mempercepat KTP digital dimiliki warga Kota Mataram. Tapi sebelumnya dipersiapkan untuk jajaran pemerintah terlebih dahulu. Di tahap awal, sosialiasi dan aktivasi diperuntukkan bagi Kepala OPD dan pegawai Kota Mataram. Setelah sosialisasi di jajaran birokrasi dan SKPD, lalu dilanjutkan ke DPRD Kota Mataram. “Baru kemudian kita jadwalkan ke masing-masing SKPD. Setelah itu kita lanjutkan nanti ke kampus dan masyarakat umum. Tapi kalau untuk masyarakat kita layani di Kantor Dukcapil,” katanya.

Baca Juga :  Enam Restoran di Mataram Ditemukan Manipulasi Pajak

Tentang keamanan data di aplikasi KTP digital. Amran menyebut, kerahasiaan data sangat dijamin. Karena saat ini datanya sudah terintegrasi oleh kementerian. Proteksi pun dipastikan secara maksimal. “Peralatan keamanannya tentunya sangat mumpuni juga. Kita selalu disampaikan di setiap temuan atau sesuatu yang baru pasti ada kontranya. Nah itu yang terus diantisipasi oleh pusat,” jelas Amran. (gal)