Konflik Diredam, Satgas Bekerja dengan Baik

PANTAU: Bupati dan Kapolres Lombok Barat saat memantau kepulangan warga Mareje yang ditampung di Mapolres Lombok Barat beberapa waktu lalu. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Konflik di Desa Mareje Kecamatan Lembar yang terjadi beberapa waktu lalu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Lombok Barat maupun aparat keamanan. Keberhasilan penanganan juga tidak lepas dari efektifnya keberadaan Satgas penanganan konflik yang ada di Lobar.

Kapolres Lombok Barat AKBP Wirasto Adi Nugroho mengatakan, telah dibentuk satuan tugas (Satgas) penanganan konflik. Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menjadi ketuanya.” Kita sudah bentuk Satgas konflik. Pak Bupati jadi ketuanya,” kata Kapolres saat ditemui di Mapolres Lombok Barat belum lama ini.

Kapolres Lombok Barat sendiri sebagai wakil ketua, dengan anggota dari jajaran kepolisian dan TNI. Ia mengatakan, di antara tugas Satgas ini, meminimalisir setiap potensi gangguan keamanan di Lobar. Dia menjelaskan, konflik di Desa Mareje bisa diredam akibat kerja keras semua pihak. Keputusan memulangkan puluhan warga Desa Mareje yang diungsikan di Polres Lobar selama 10 hari kemarin, merupakan rekomendasi Satgas konflik. “Hasil pengkajian kami di Satgas, bahwa kondisi sudah aman sehingga memutuskan agar mereka dipulangkan,” katanya.

BACA JUGA :  Kawasan Kuliner Tanjung Bias Disengketakan di Pengadilan

Kapolres menambahkan, Satgas di bawah komando bupati akan terus bekerja hingga situasi di Lobar betul-betul aman. Terutama dalam meminimalisir potensi gangguan. Saat disinggung terkait pengamanan di Desa Mareje, Kapolres Wirasto Adi mengatakan, personel kepolisian masih akan terus melakukan penjagaan di sana. Anggota kepolisian tetap diturunkan untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan kemanan. “ Tetap ada personel yang kita tempatkan di sana, ” tegasnya.

BACA JUGA :  Warga Banyumulek Jadi Korban Penusukan di Bypass BIL

Dia berharap kepada semua pihak, termasuk masyarakat agar ikut menjaga kondusivitas daerah. Kapolres mengimbau tidak mudah terpancing dengan upaya-upaya provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab, yang bisa mengganggu Kamtibmas.(ami)