Tak Sanggup Pisah, Qori Akhirnya Menikahi Kedua Pacar, Janji Rukun dalam Satu Rumah

DIMADU: Qori Akbar, lelaki asal Dusun Baturiti Desa Kuta Kecamatan Pujut saat menikahi kedua istrinya, Senin (26/7). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

Pernikahan biasanya dilakukan oleh seorang lelaki dan perempuan. Tapi tidak demikian yang dilakukan Qori Akbar, duda 20 tahun asal Dusun Baturiti Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Dia menikahi dua perempuan sekaligus dalam sekali akad nikah.


M HAERUDDIN-LOMBOK TENGAH


CINTA segi tiga dalam satu atap kembali terjadi di Kabupaten Lombok Tengah. Qori Akbar menikahi dua perempuan sekaligus. Mereka adalah Nur Husnul, 20 tahun, asal Dusun Batugulung Desa Prabu dan Yunanita Ruri, 21 tahun, warga Dusun Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut.

Qori menikahi dua perempuan itu sekaligus Senin (26/7) lalu. Kini, pengantin baru itu tinggal dalam satu atap. Mereka bertekad mengarungi biduk rumah tangga bersama. Ketiganya menyerahkan pernikahan kepada kehendak takdir Tuhan Yang Mahakuasa.

Kedua istri Qori pun tak tampak bertengkar ketika Radar Lombok mengunjungi rumahnya di Desa Kuta, Rabu (27/7). Salah satu istrinya, Nur Husnul tampak sedang mencuci perabotan bekas acara pernikahan mereka. Nur Husnul tercatat sebagai istri pertama Qori secara akad nikah. Sedangkan istri keduanya, Yunanita Ruri sedang berada di rumah tetangga yang bersebelahan dengan rumahnya.

Qari dengan sigap memanggil kedua istrinya ketika wartawan ini berkunjung ke rumahnya. Sejurus kemudian, kedua istrinya sudah menemaninya duduk di teras rumahnya. Meski tampak masih malu, tapi ketiganya terlihat akur. Apalagi, ketiganya sudah berjanji untuk tinggal dalam satu atap rumah dan bertekad untuk tetap hidup rukun.

BACA JUGA :  Mengenal Isvara Band, Grup Musik Pendatang Baru Asal Kota Mataram

Qori Akbar sendiri berstatus seorang duda sebelum menikahi kedua istrinya. Cerita cinta madu dua ini cukup dramatis. Yunanita Ruri sendiri adalah pacar Qori sejak remaja. Namun tahun 2016 silam, Yunanita Ruri berjodoh dengan orang lain. Qori pun memilih jalan cinta sendiri dengan menikahi gadis lain. Namun perjalanan rumah tangganya tak bertahan lama.

Nah, awal tahun 2021 silam, Qori mengenal Nur Husnul melalui media sosial. Status Nur Husnul sendiri adalah seorang janda. Keduanya kemudian menjalin hubungan cinta selama beberapa bulan.

Namun, ketika hatinya mulai matang untuk menyimpulkan kisah cinta duda dan janda itu dalam ikatan pernikahan, justru cinta lama bersemi kembali. Qori kembali mendapatkan dambaan hatinya setelah mendengar kabar, bahwa kekasih lamanya Yunanita Ruri telah berpisah dari suaminya. Seiring cintanya bersama Nur Husnul, ternyata bersemi juga cinta masa remajanya dengan Yunanita Ruri. Qori dihadapkan pada kebingungan yang tak bisa ia simpulkan, kecuali dengan menikahi keduanya.

Namun, niat itu sama sekali tak diutarakan kepada kedua pacarnya. Ia menyimpan sendiri rapat-rapat dalam hatinya. Cintanya kemudian diledakkan di malam yang sama. Awalnya, Qori melarikan (melaiq) dengan Nur Husnul (dalam adat Sasak Lombok; melarikan dengan maksud untuk dinikahi). Selang sepuluh menit kemudian, setelah Nur Husnul sampai di tempat penitipan, Qori pun melarikan Yunanita Ruri dengan maksud yang sama pula. “Jadi saya juga tidak pernah merencanakan untuk menikah dua sekaligus, tapi ini namanya takdir dan sudah jodoh,” ungkap Qori Akbar kepada Radar Lombok, Selasa (27/7).

BACA JUGA :  Dulu Penjual Tahu, Kini Putra NTB Ini Berprestasi di Tingkat Nasional

Qori mengaku melarikan Nur Husnul dan Yunanita Ruri pada Rabu (20/7) lalu. Dia memutuskan untuk menikahi keduanya karena tak sanggup berpisah dengan kedua belahan hatinya. Dia mengaku mencintai kedua perempuan itu. “Kemarin tanggal 26 Juli saya menikah dengan maskawin sama-sama Rp 1.250.000,” tuturnya.

Nur Husnul sendiri menceritakan bahwa dirinya tidak mengetahui kalau Qori ternyata ada pacar lain selain dirinya. Bahkan ia sendiri tidak mengetahui akan dimadu. Namun terlepas dari itu dirinya mengaku bahwa semua ini sudah menjadi takdir dan akan siap hidup rukun dengan madunya di satu rumah. “Jadi saya baru tahu setelah di rumah dan ini namanya jodoh. Jadi kita harus jalani dengan rukun,” timpalnya. (**)