Keroya dan Kembang Kerang Rebutan Tanah Pecatu

Salmun Rahman (Dok/Radar Lombok)

SELONG – Desa Keroya dan Kembang Kerang Kecamatan Aikmel saling klaim tanah pecatu yang ada di Dusun Bagek Rebaq Desa Keroya dengan luas 48 are. Tanah pecatu tersebut awalnya dikuasai oleh Pemdes Keroya. Namun saat ini diklaim juga oleh pemerintah Desa Kembang Kerang. Sengketa tanah pecatu ini telah diadukan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Timur. Dinas PMD berupaya memfasilitasi kedua pihak untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. ” Perselisihan dua desa yang bersebelahan terkait keberadaan tanah pecatu sudah mencapai kata sepakat. Tanah pecatu itu akan digunakan secara bersama-sama sebagai lokasi lapangan sepak bola untuk kedua desa ” kata Kadis PMD Lombok Timur Salmun Rahman kemarin.

Baca Juga :  TKW Mengaku Disiksa Majikan di Arab Saudi

Sesuai SK Bupati luas tanah pecatu dalam pembagiannya tercatat hanya 22 are. Tetapi, fakta di lapangan ternyata luasnya mencapai 48 are. Tanah 38 are dalam bentuk pengelolaan lahan pertanian dan 10 are sudah dimanfaatkan untuk fasilitas sosial. “Awalnya, tanah pecatu seluas 22 are itu mau disertifikatkan oleh Kades Keroya sesuai SK Bupati Lotim. Tapi setelah dilakukan pengukuran ulang malah luasnya bertambah menjadi 38 are dan 10 are berada di wilayah Desa Kembang Kerang,” beber Salmun.

Meski luas lahan tak sesuai dengan SK Bupati Lotim dengan luas di lapangan, Salmun telah meminta kepada kedua kepala desa untuk tidak memperpanjang perbedaan luas lahan yang diklaim masing-masing desa. “Kades Kembang Kerang sudah menyetujui jika tanah pecatu itu dengan luas yang ada dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga,” katanya.

Baca Juga :  RSU Pratama Suela Segera Diresmikan

Setelah terjadi kesepakatan ungkap Salmun, tanah yang berada diantara kedua desa itu akan digunakan secara bersama-sama untuk berbagai kegiatan. Menghindari terjadinya persoalan di kemudian hari, kedua desa diminta untuk menjadwalkan pembagian kegiatan agar tidak terjadi benturan.(lie)

Komentar Anda