Kerajinan Miniatur Triplek Mulai Banyak Diminati

miniatur triplek
MINIATUR TRIPLEK : Lalu Taufan, salah seoarang perajin dari Monjok, Kota Mataram menunjukan hasil karyanya berupa kerajinan miniatur berbahan baku triplek.

MATARAM — Industri kerajinan Miniatur berbahan baku Triplek, karya kreatif dari Lalu Taufan Sanjaya dari Karang Kelok, Monjok Kota Mataram ini mulai banyak diminati oleh konsumen dari berbagai kalangan. Di tangan kreatif Lalu Taufan, berbagai kerajinan miniatur berbahan triplek disulap menjadi karya bernilai ekonomi tinggi.

Lalu Taufan memanfaatkan papan triplek sebagai bahan baku dasar membuat berbagai kerajinan miniatur. Mulai dari miniatur hewan, kendaraan hingga khas Lombok lahir dari pemikiran kreatifnya. Alhasil, berbagai produk kerajinan dari triplek tersebut, mendapat respon positif dari para konsumen.

“Pembeli yang datang itu cukup banyak. Saya juga membuat berdasarkan pesnan konsumen,” kata Lalu Taufan, Senin kemarin (9/4).

Taufan menuturkan, karya kerajinan triplek ini bermula dari hanya sebuah hobi, namun lamban laun, justru kini telah menjadi penghasilan tetap. Kini sudah lima tahun Taufan menjadi pengarajin miniatur triplek. Kerajian miniatur berbaga bentuk tersebut juga dapat menjadi pajangan dinding rumah. Namun untuk\ pemasarannya pun masih dilakukan dipinggir jalan saja, belum mencapai luar daerah. Kerena belum adanya wadah bagi Taufan untuk memasarkan hasil karyanya tersebut.

“Sebelumnya saya pernah coba tawarkan ke Art Shop.  Hanya saja tidak jadi. Karena kalau laku baru dibayar, dari pada seperti itu lebih baik saya jual sendiri,” ungkap Taufan.

Taufan juga mengatakan jika dulu usahanya sempat terhenti karena, peminatnya sudah tidak lagi. meski saat ini sudah ada perkembang, karena adanya pesanan dari pengkoleksi kerajanian dan ia juga menerima pesanan untuk dijadikan sebagai kado ulang tahun. peminatnya pun mulai dari anak kecil hingga orang dewasa untuk dijadikan koleksi. harga yang ditawarkan pun berkisaran 35 sampai 65 ribu, untuk setiap kerajinanya.

Bahan yang digunakan triplek dengan kualitas bagus ketebalan 6 mm. Dimana satu lembar teriplek dapat menghasilkan 8 kerajinan ukuran kecil. Sedangkan yang besar menjadi sekitar 6 kerajinan. Untuk satu bentuk membtuhkan waktu pengerjaannya dalam kurun waktu 3 hari. Dari mulai awal proses pemotongan, mengampal hingga merakitnya.

Untuk saat ini, Taufan mulai fokus untuk membuat kerajian khas Lombok. Agar kedepannya bisa menjadi oleh-oleh khas Lombok. Taufan juga mendapat dukungan dari Lurah Monjok. Bahkan, Taufan oleh Lurah Monjok, juga ikut menawarkan kerajinan di sejumlah hotel.

“Saya juga diminta oleh Lurah untuk membuat miniatur Islami Center dan dalam proses perancangan,” pungkasnya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut