Kepengurusan DPC PPP Bima dan Lotim Tuntas

Muzihir (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Tim formatur hasil musyawarah cabang (Muscab) DPC PPP kabupaten/kota se-NTB dipastikan sudah menuntaskan penyusunan kepengurusan. Hal itu menyusul tuntasnya 2 DPC yakni Bima dan Lombok Timur (Lotim) setelah 8 DPC kabupaten/kota lainnya.

Untuk DPC PPP Bima disepakati Nur Istiqomah sebagai ketua menggantikan Nurhayati. Sedangkan, untuk DPC PPP Lotim disepakati Zohri Rahman sebagai ketua. Selanjutnya draf kesepakatan formatur ini dikirim ke DPP untuk diterbitkan SK-nya. Adapun draf kepenguruan 8 DPC lainnya sudah lebih dahulu dikirim ke DPP. Sehingga tinggal menunggu SK.

Adapun ketua terpilih di 8 DPC lainnya sebagai berikut: DPC PPP Kota Mataram Ahmad Halabi, DPC PPP Lombok Barat Muhammad Ruslan, DPC PPP Lombok Utara Narsudin, DPC PPP Lombok Tengah Mayuki, DPC PPP Sumbawa Barat Amiruddin Embeng, DPC PPP Sumbawa Rusli Manawari, DPC PPP Dompu Muhammad Subhan dan DPC PPP Kota Bima Syafriansyah. “Dengan demikian, tim formatur sudah tuntas. Tinggal menunggu SK,” ungkap Ketua DPW PPP NTB Muzihir kepada Radar Lombok, kemarin.

BACA JUGA :  Pathul Bahri Terancam Disanksi

Soal kapan SK dari DPP terbit, Muzihir mengaku paling lambat akhir Oktober ini. Setelah itu kader dan pengurus diharapkan secepatnya melakukan konsolidasi pemenangan Pemilu 2024; dengan melakukan pendataan terhadap kader maupun non-kader menjadi caleg. Targetnya nanti, PPP menjadi parpol pemenang di NTB atau minimal di peringkat kedua peraih suara terbanyak. “Dari 8 kursi di Pileg 2019 lalu, kita targetkan bisa raih 10 hingga 12 kursi di Pileg 2024,” terangnya.

BACA JUGA :  Golkar Bantah Suhaili-Aris Final

Diungkapkan, pada Pileg 2019 lalu, ada sejumlah Dapil DPRD NTB tidak terisi. Di antaranya Dapil Lombok Timur bagian selatan. Dapil ini tentunya ke depan diharapkan terisi.

Selanjutnya, ada sejumlah dapil yang berpotensi meraih dua kursi di Pileg 2024, yaitu Dapil Lombok Barat-KLU, dan Dapil Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu. “Kalau semua caleg kita bergerak, kita berpotensi dapat tambahan dua kursi. Artinya jika rata-rata caleg meraih 6 ribu hingga 10 ribu suara, total suara bisa mencapai 60 ribu,” pungkasnya. (yan)