Kembangkan Fashion Moslem Industri, Disperin NTB Belajar ke BBT Bandung

Disperin NTB belajar Bandung
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti didampingi Sekretaris Dinas Perindustrian NTB Sri Irianti dan Pembina Industri Muda Retno Bintorowati melakukan kunjungan ke Balai Besar Tekstil Bandung (20/9).

BANDUNG – Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti didampingi Sekretaris Dinas Perindustrian NTB Sri Irianti dan Pembina Industri Muda Retno Bintorowati melakukan kunjungan ke Balai Besar Tekstil Bandung (20/9). Kunjungan tersebut sebagai tindak lanjut arahan Ketua Dekranas Pusat dan Ketua Dekranasda Provinsi NTB untuk ini dilakukan sejalan dengan perkembangan Fashion Moslem Industri di NTB, dibutuhkan pengembangan teknik tenun kain tradisional yang dapat meningkatkan mutu dan produk tenun daerah.

“Perkembangan Fashion Moslem Industri di Provinsi NTB tentunya butuh refrensi dan pengembangan untuk tenun, agar menambah kualitas tenun NTB yang dihasilkan IKM,” kata Nuryanti.

Kunjungan ke Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil atau Balai Besar Tekstil diawali dengan sambutan dari Fery Guswandhi selaku Koordinator Pelayanan Jasa Teknis, Data dan Informasi. BBT sendiri berdiri sejak tahun 1922 dengan nama Textile Inrichting Bandoeng (TIB). Peran saat itu TIB sebagai pusat informasi dan edukasi pada sektor tekstil.

Baca Juga :  Millenial Trigger Industrialisasi Kembangkan Daerah dengan Inovasi

Inovasi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) muncul di era kepemimpinan Kepala TIB pertama, yaitu Sir Dalenoord. Seiring waktu TIB berkembang hingga kini menjadi Balai Besar Tekstil dibawah Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Di ruang produksi yang menampung mesin-mesin alat tekstil, telah menerapkan teknologi digital 4G dan dapat diterapkan kepada IKM setempat. Selain itu terdapat juga alat pemintal, jacquard, dan mesin lainnya yang merupakan hasil pengembangan tim BBT.

Nuryanti menyampaikan perlunya pembenahan untuk IKM NTB terhadap pengolahan aneka serat benang, peningkatan mutu pewarnaan benang, sertifikasi Alat Pelindung Diri (APD) Disposable. Dengan adanya pengolahan bahan baku benang dari serat nanas, pelepah pisang, hingga menjadi benang siap pakai, diharapkan pengembangan ketersediaan bahan baku yang disediakan sendiri secara lokal dapat memudahkan pengrajin dalam berproduksi.

Baca Juga :  Pemprov NTB Dorong Ekosistem Industrialisasi di KEK Mandalika

Untuk menunjang tersedianya bahan baku yang optimal, Disperin NTB akan mengadakan bimbingan teknis (bimtek) pada tahun 2023 di Kota Bima sebagai tindak lanjut Roadshow Industrialisasi Gubernur NTB beberapa waktu lalu.

“Akan diadakan bimtek pada tahun 2023 sebagai follow up Roadshow Gubernur di Kota Bima yang mengusung Tema Bima Kota Kreatif,” tutupnya. (luk)

Komentar Anda