Debu Pembangunan Tambak Mengganggu, Kades Gumantar Datangi DPRD KLU

DENGAR PENDAPAT: Sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan kepada DPRD terkait debu aktivitas tambak udang di rapat paripurna DPRD KLU. (HERY MAHARDIKA RADAR LOMBOK )

TANJUNG – Sejumlah perwakilan masyarakat Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan melakukan dengar pendapat ke DPRD KLU sekitar pukul 10.00 WITA.

Mereka mengeluhkan aktivitas pengerjaan tambak udang di sekitar permukiman. “Kami datang ke sini untuk menyampaikan keluhan masyarakat terkait aktivitas pembangunan tambak udang. Yang dikeluhkan bukan keberadaan tambak udang, tapi aktivitas yang menimbulkan debu betebaran ke permukiman,” ungkap Kades Gumantar, Japardi.

Ditegaskan, pembangunan tambak dipersilakan karena memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitar. Adapun perhatian pihak perusahaan kepada masyarakat sudah ada seperti pemberian sembako, bahkan ke depan perhatiannya lebih besar lagi seperti untuk kesehatan.

BACA JUGA :  Lima Restoran di Gili Air Ditegur Pemda

Namun yang dikeluhkan sekarang oleh masyarakat adalah debu dari aktivitas pengerukan tambak udang dan lalu lalang truk yang mengganggu kesehatan masyarakat di samping mengganggu aktivitas sekolah. “Yang dikeluhkan debu dari aktivitas tambak udang itu, hal itu yang diminta solusi,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan PT Sumber Agromina Jaya, Marzuki menyampaikan, terkait keluhan debu pihaknya sudah menyiapkan mobil penyiram untuk setiap unit truk yang melintas. Jikapun masih mengganggu, pihaknya akan menambah mobil penyiram. Begitu juga ketika masyarakat yang sakit, siap diberikan pelayanan kesehatan. “Apapun keluhan masyarakat kami siap menerima. Ketika ada yang sakit juga kita siap membantu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bocah Korban Pencabulan Pria Pencari Ilmu Kebal Masih Trauma

Di samping debu juga bersifat sementara, hanya ketika pembangunan. Apapun yang menjadi keluhan masyarakat, dipersilakan sampaikan langsung ke perusahaan, tidak perlu menyampaikan ke DPRD. “Apa yang menjadi keluhan silakan sampaikan ke kami agar kami juga menegur pihak ketiga yang mengerjakan, karena kami memihakketigakan pengerjaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD KLU Narsudin menyampaikan, apa yang menjadi keluhan sudah dipertanggungjawabkan oleh perusahaan. “Kita sudah pertemukan dan sekarang sudah tuntas apa yang menjadi keluhan masyarakat,” ucapnya. (flo)