Kebakaran Hebat di Paokmotong Dipicu Sambaran Api ke Pertalite

KEBAKARAN: Peristiwa kebakaran rumah dan warung di Kampung Baru, Dusun Paokmotong Selatan, Desa Paokmotong Kecamatan Masbagik ludes terbakar, Jumat (22/7) sekitar pukul 18.30 WITA.(IST/RADAR LOMBOK)

SELONG–Rumah dan kios warung nasi di Kampung Baru, Dusun Paokmotong Selatan, Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur ludes terbakar Jumat (22/7/2022) sekitar pukul 18.30 WITA.

Rumah dan kios yang terbakar tersebut diketahui milik H. Lalu Abdul Amin Hamid.

Kobaran api yang begitu besar membuat warga sekitar panik. Warga pun berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Tetapi api baru berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian setelah petugas pemadam kebakaran terjun ke lokasi.

“Kebetulan itu saya sedang lewat. Seketika saya melihat kepulan asap tebal dari warung nasi tersebut,” tutur Lalu Hamda Abdul Kasim selaku saksi yang juga Polmas setempat.

Baca Juga :  Jenazah Pemancing Asal Masbagik Ditemukan Mengambang

Kemudian yang bersangkutan langsung turun dari dalam mobil untuk melihat langsung dari mana sumber kepulan asap tersebut. Melihat kobaran api yang membumbung tinggi, ia pun langsung berkoordinasi dengan Polsek Masbagik meminta supaya menghubungi petugas Damkar untuk datang ke lokasi kejadian.

“Sekitar 30 menit sebanyak empat unit kendaraan Damkar tiba di lokasi. Hingga kemudian api bisa dipadamkan ” tutupnya.

Sementara itu korban yang juga pemilik rumah H. Lalu Abdul Amin Hamid menuturkan kejadian bermula ketika saat dirinya membersihkan tumpahan pertalite menggunakan kain lap. Namun seketika api menyambar dari api kompor yang berjarak sekitar 2 meter.

Baca Juga :  Pencarian Pemancing Asal Masbagik yang Terseret Ombak Kembali Dilakukan

“Kejadian ini menyebabkan saya mengalami luka bakar di telapak kaki dan mata,” tuturnya.

Terpisah Kasi Humas Iptu Nicolas Oesman ketika dikonfirmasi membenarkan terkait kejadian ini. Dijelaskan kebakaran rumah dan warung nasi ini dipicu karena pertalite yang tersambar api kompor.

Kejadian ini menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta. “Petugas yang menerima laporan langsung ke lokasi untuk mengamankan TKP termasuk juga menyelamatkan korban,” tutupnya. (lie)