Kasus Tewasnya Maling di Jerowaru Tak Dilanjutkan

TEWAS: Maling motor inisial RN (25) kritis saat dievakuasi dari amukan massa di Dusun Baduiq, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Jumat (12/8) lalu. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG – Maling motor inisial RN (25), warga Dusun Peras, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah tewas diamuk massa saat beraksi di dekat persawahan di Dusun Baduiq, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Jumat (12/8) lalu.

Namun oleh Kepolisian, kasus tewasnya RN dengan kaki kanan putus ditebas parang ini, tak dilanjutkan. Pasalnya, dari pihak keluarga sudah menyatakan menerima kematian pelaku. “Pihak keluarga sudah menyepakati, membuat surat pernyataan sudah menerima kematian pelaku,” ungkap Kasi Humas Polres Lotim Iptu Nicolas Oesman kepada Radar Lombok, Minggu (14/8).

Baca Juga :  Petani Penerima KUR Fiktif Diperiksa Berjamaah

Pelaku ini meregang nyawa setelah kedapatan mencuri dan dikejar oleh warga setempat. Ketika dikejar warga, pelaku sempat menyandera bocah perempuan berumur 4 tahun. Namun bocah tersebut berhasil dilepas dari pelaku oleh orang tuanya. Pelaku pun menjadi bulan-bulanan massa. Bahkan kaki kanannya putus ditebas parang warga.

Pihak kepolisian langsung ke lokasi untuk mengamankan situasi.  Dengan kondisi kritis pelaku dibawa ke RSUD Selong. Namun tak lama menjalani perawatan, pelaku pun akhirnya tewas.

Baca Juga :  Bareskrim Limpahkan Kasus Pendopo Bupati Loteng ke Polda

Pelaku sendiri merupakan residivis, belum lama keluar dari penjara. Adapun dalam aksi di Jerowaru itu, diperkirakan ada dua pelaku. Namun salah satunya berhasil kabur. Terhadap pelaku yang berhasil kabur ini, polisi tengah mendalaminya dan masih dalam pengejaran. “Belum ketemu, masih kita lakukan pengejaran,” tutup Nicolas. (cr-sid)

Komentar Anda