Ali BD : Jangan Jadikan Pilkada Ajang Permusuhan

Pendidikan Negeri dan Swasta Harus Setara

Kampanye dialogis pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari jalur independen H Ali Bin Dachlan-TGH Lalu Gede Sakti Amir Murni
KAMPANYE DIALOGIS: Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari jalur independen H Ali Bin Dachlan-TGH Lalu Gede Sakti Amir Murni menghadiri kampanye dialogis di lapangan desa Tebaban Kecamatan Suralaga, Senin kemarin (19/3). (Widi/Radar Lombok)

SELONG – Kampanye dialogis pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari jalur independen H Ali Bin Dachlan-TGH Lalu Gede Sakti Amir Murni di lapangan desa Tebaban Kecamatan Suralaga Lombok Timur dipadati massa.

Hadir juga  tokoh masyarakat dan pemuda kecamatan Suralaga menghadiri kampanye dialogis tersebut. Calon gubernur  H Ali BD mengimbau  masyarakat bagaimana cara berpolitik yang baik dan santun. Ali BD  meminta kepada massa untuk tidak menjadikan pilkada sebagai ajang permusuhan. Jangan sampai lantaran berbeda pilihan kemudian  menjadi pemicu rusaknya persaudaran sesama masyarakat Lombok Timur. ‘’Saya berharap agar masyarakat tidak pecah belah akibat pilkada,’’ ungkapnya Senin kemarin (19/3).

Masyarakat juga diminta untuk tidak mendiskreditkan dan saling menjelekkan dengan  pasangan calon lain. Menurutnya, pada dasarnya semua calon yang bertarung  di pilkada NTB merupakan putra NTB yang terbaik. ‘’Namun tidak ada salahnya untuk masyarakat menjatuhkan pilihan calon yang terbaik kepada pasangan nomor satu Ali-Sakti,’’ ujarnya.

Masyarakat juga diminta meyakini calon yang dipilihnya nanti bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhan NTB kedepan. Ali BD lalu mengajak peserta kampanye untuk melihat apa yang sudah diperbuat di kabupaten Lombok Timur. ‘’Saya rasa kalau masyarakat berpedoman pada itu, maka pasti yang akan menjadi pilihannya yakni paslon nomor urut 4 yakni Ali-Sakti,’’ yakinnya.

Diakui Ali BD, dirinya menjadi sasaran kampanye hitam dari paslon lain saingannya. Dirinya dikatakan sebagai calon gubernur yang tidak layak karena  umur yang sudah masuk kategori tua. Lagi-lagi dirinya mengatakan kepada peserta kampanye untuk mengenyampingkan hal itu dalam menentukan pilihannnya nanti. ”Kendati saya tua namun saya merasa diri mampu untuk merubah NTB ke arah yang lebih baik dan maju nantinya,’’ terangnya.

Menurutnya, bukan umur yang menjadi dasar masyarakat untuk menentukan pilihan untuk memimpin NTB lima tahun kedepan. Masyarakat memilihnya sebagai gubernur  kerana Ali BD memiliki segala yang dibutuhkan oleh masyarakat NTB. ‘’Mengapa saya berani mengatakan itu karena lihat buktinya di Lotim. Saya melakukan pembangunan tanpa harus mengandalkan hutang dan saya meninggalkan Lotim tidak juga meninggalkan hutang,’’ ujarnya.

Ali BD mengajak masyarakat  untuk berpikir cerdas. Menurutnya, masyarakat harus mengakui kalau tokoh-tokoh nasional Indonesia banyak yang tua dan berhasil membangun negara  ke arah yang lebih baik. ‘’Kendati tokoh-tokoh itu tua tapi jujur saja tetap kita idolakan,’’ tegasnya.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk mem-filter informasi yang berkembang di masyarakat. Jangan mudah terprovokasi. Masyarakat diminta melakukan pengecekan  informasi yang diterima karena saat ini banyak informasi hoax yang berkembang di tengah masyarakat. ‘’Dalam setiap pilkada yang sedang berlangsung, pasti banyak berita fitnah yang beredar di tengah masyarakat sehingga masyarakat perlu memiliah mana berita bohong ataupun berita yang benar,’’ terangnya.

Pihaknya juga meyakni kalau masyarakat yang memilih pasangan Ali-Sakti merupakan orang-orang yang baik. Karena dengan dasar itu kemudian nanti pasangan Ali-Sakti akan memimpin NTB ke arah yang baik. ‘’Saya yakin dengan niat baik kami saaat ini untuk maju bertarung di pilkada, maka kami akan dipilih juga oleh orang-orang yang baik,’’ yakinnya.

Terhadap pilkada kabupaten/kota di NTB, Ali BD meminta masyarakat  tidak mencampuradukkannya dengan pilkada NTB. Nomor berapa calon kepala daerah di tingkat kabupaten/kota, semua calonnya baik. Namun khususnya untuk calon gubernur dan wakil gubernur NTB diyakinkannya kepada masyarakat kalau calon nomor urut 4 yang terbaik untuk dipilih masyarakat. ‘’Sekalipun saya tua tapi wakil saya merupakan calon termuda,’’ ungkapnya.

Saat sesi tanya jawab, Ali BD menegaskan  akan menyetarakan antara pendidikan negeri dan swasta. Pasalnya, harus diakui kalau pendidikan swasta juga memberikan kontribusi yang besar dalam memajukan kualitas pendidikan di NTB. ‘’Jadi jangan kita bedakan antara penyelenggara pendidikan negeri dan swasta,’’ tegasnya.

Untuk memajukan pendidikan di NTB nanti, fasilitas penunjang pendidikanlah yang perlu dan akan  dibenahi nantinya. Sehingga masyarakat dalam mendapatkan pendidikan dengan cara yang layak dengan kualitas sarana pendidikan yang sesuai keinginan masyarakat. Bahkan Jika terpilih menjadi gubernur NTB nanti, pihaknya akan menggelontorkan dana sebesar Rp 60 miliar untuk beasiswa kepada masyarakat yang melanjutkan pendidikan dari S1,S2 dan S3. ‘’Sekitar 5000 beasiswa akan kita gelontorkan nantinya ke masyarakat,’’ terangnya.

Kemudian untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), pihaknya akan mengembangkan lebaga pembiayaan yang bisa diakses. Pihaknya akan menggelontorkan APBD Provinsi NTB sebesar Rp 100 miliar sebagai modal lembaga pembiayaan yang akan dibentuk nantinya. ‘’Sementara untuk anggaran  bantuan sosial kita akan menganggarkan dana  sebesar Rp 350 miliar,’’ paparnya.

Calon Wakil Gubernur NTB TGH Lalu Gede Sakti Amir Murni mengatakan, jangan khawatir dengan sosok Ali BD yang tua seperti informasi yang beredar di tengah masyarakat. Dirinya yang menjadi wakil merupakan tokoh muda yang siap untuk memback up dan berkolaborasi dengan calon gubernurnya nanti. ‘’Memang begitu pasangan yang ideal, ya. Yang muda haruslah berpasangan dengan yang tua,’’ ungkapnya.

Pada pidato singkatnya dirinya hanya berpesan jangan masyarakat melupakan sejarah. Karena dengan adanya sejarahlah kemudian apa yang dinikmati saat ini oleh masyarakat ada. ‘’Oleh sebab itu cintailah Maulana Syekh (TGH Zainuddin Abdul Majid). Maka dengan begitu pilihlah pasangan Ali-Sakti,’’ pintanya.(tim)