Jalan Landah Sengkerang Retak dan Bergelombang

JALAN RUSAK: Inilah kondisi jalan Landah Sengkerang yang belum sepuluh hari selesai dikerjakan, kondisinya sudah retak, bergelombang dan berlubang (CR-AP/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Pengerjaan jalan di Desa Landah dan Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng), belum berumur sepuluh hari selesai dikerjakan. Namun kini kondisinya sudah retak, bergelombang dan berlubang. Proyek jalan yang dikerjakan oleh PT Lombok Infrastruktur Perkasa dengan panjang 5, 7 kilometer, dengan jumlah anggaran pengerjaan Rp 9, 9 miliar.

Rusaknya jalan tersebut, sejumlah masyarakat Desa Landah akhirnya menolak hasil pengerjaan tersebut, seperti yang dikatakan oleh M. Gazali, kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (10/1).

Menurutnya, pihak PT Lombok Infrastruktur Perkasa harus bertanggung jawab, dan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) agar tidak menerima hasil pengerjaannya, atau disebut Pemeriksaan Hasil Olahan (PHO). “Kondisinya sudah rusak parah. Jika ini sampai diterima PHO-nya oleh Dinas PUPR, maka dinas PUPR tidak profesional,” tandasnya.

[postingan number=3 tag=”jalan”]

Selain Dinas PUPR, pihaknya bakal menuntut anggota banggar DPRD Loteng, dengan alasan jika PHO hasil pengerjaan jalan Landah Sengkerang di terima. “Kalau PHO nya tidak diterima, lain lagi masalahnya, dan kami memberikan apresiasi dan masyarakat Landah Sengkerang berterimakasih,” terangnya.

Dikatakan, jika PHO belum diserahkan ke dinas, pihaknya mengharapkan petugas dari PUPR turun dan menyurfai langsung ke lokasi. Karena selain bergelombang, retak dan berlubang, hasil pengerjaan itu meninggalkan penyakit bagi masyarakat. Artinya, di sejumlah titik tidak ada saluran air, sehingga sering kali air naik dan masuk ke rumah masyarakat, lantaran selokan yang ada sebelumnya sudah ditutup dan tidak membuatkan selokan baru.

Sementara konsultan pihak kontraktor, Hasnan membantah, adanya keretakan di beberapa titik ruas jalan Landah-Sengkerang. Andainya ada, maka itu bisa saja disebabkan faktor alam. Dia mencontohkan, perbaikan jalan kabupaten di sejumlah tempat di daerah ini juga terjadi hal yang sama. Bahkan lebih parah dari yang terjadi di ruas jalan Sengkerang-Landah.

Adanya beberapa keretakan dan berlubang tersebut, itu sudah diperbaiki. “Kita tetap pantau pengerjaannya hingga selesai. Namun itu tadi, karena faktor alam. Kendati begitu, tetap kami akan mendorong rekanan segera mengerjakan kerusakan itu,” katanya.

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas PUPR, Abdul Qadir, saat ditemui di Dinas, hanya bertemu dengan sopir pribadinya, dan ia mengatakan kalau Kabid sedang keluar.

Tidak sampai di sana, ketika dihubungi via Ponselnya, juga tidak bisa terhubung. “Maaf Dik, Pak Kabid tadi pagi-pagi sekali keluar, dan beliau tidak pernah menitipkan pesan,” tutur sopir Kabid. (cr-ap)