Jalan Kian Mulus, Sampah jadi Persoalan

MATARAM–Wajah Kota Mataram tidak terlepas dari ketersediaan infrastruktur yang ada. Seiring berjalannya waktu infrastruktur jalan di Kota Mataram semakin  bagus. Sebagian besar infrastruktur jalan di Kota  Mataram sudah tersentuh program peningkatan jalan. " Hampir 90 persen jalan di Mataram sudah di aspal," kata Ali Aswandi Anggota Komisi III  DPRD Kota Mataram.

Bahkan karena pengelolaan infrastruktur jalan di Kota Mataram yang dianggap bagus, Kota Mataram mendapat penghargaan dengan  beberapa  kali mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) khusus untuk jalan,mulai dari program jalan lingkungan dan program pembukaan jalan  lainnya seperi Jalan Bung Hatta dan Jalan By Pass BIL. ''

Kedepannya kita dorong infrastruktur yang lain harus semakin ditata, terutama untuk irigasi dan saluran-saluran yang ada di pinggir jalan Kota Mataram,'' jelasnya.

Wajah Kota Mataram sendiri sering kali mendapat sorotan terutama dari sisi kebersihan. Tumpukan sampah masih mudah dijumpai. Penyebabnya tidak maksimalnya penanganan sampah dan karena rendahnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. 

Persoalan sampah ini juga sebagai salah satu penyebab Kota Mataram tidak mendapatkan Piala Adipura tahun ini.

 

MENUMPUK : Inilah tumpukan sampah di Jalan Lalu Mesir Babakan menumpuk membuat pengguna jalan terganggu dengan bau tidak sedap. (Sudirman/Radar Lombok)

 

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB Murdani mengatakan, telah lama mengingatkan pemkot untuk serius menyikapi masalah lingkungan ini. Seperti sampah, bukan masalah sepele, namun akan menjadi masalah jika tidak maksimal ditangani. . ‘’ Serta akan berdampak pada lingkungan masyarakat, bahkan konflik,’’katanya.

Meski beberapa program telah diluncurkan, seperti gerakan Lingkungan dengan Sampah Nihil (Lisan) dan bank sampah namun program tersebut tidak berjalan maksimal.  Ini harus menjadi perhatian saat ini untuk melakukan penataan lingkungan.

Selain sampah, di beberapa tempat masih direndam banjir. Bahkan di jalan-jalan utama, genangan masih mudah dijumpai.

Setiap tahun, pada musim penghujan, ruas jalan digenangi air. Demikian juga sejumlah permukiman penduduk tidak luput dari bencana tahunan itu. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Mataram untuk mengatasi musibah itu, namun belum bisa membebaskan kota ini dari bencana banjir.

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Rangga Danu Mainanga mengatakan, salah satu hal yang perlu dicermati selama ini adalah perencanaan pembangunan kurang yang matang.  Hal ini berkaitan juga dengan tata ruang. (ami/dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid